TINDAK DESAK KPK PERIKSA DIREKSI DAN PIMPINAN PT ALFALIMA CAKRAWALA INDONESIA TERKAIT DUGAAN KORUPSI PRIVATE JET PIMPINAN KPU.

- Kontributor

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tribuncakranews. com Organisasi TINDAK menggelar aksi unjuk rasa di Komisi Pemberantasan Korupsi dengan dihadiri puluhan massa aksi yang menuntut agar KPK segera memanggil dan memeriksa direksi serta pimpinan PT Alfalima Cakrawala Indonesia terkait dugaan korupsi dalam pengadaan fasilitas private jet pimpinan KPU RI di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 13 April 2026.

Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan private jet tidak boleh berhenti hanya pada pemeriksaan internal di lingkungan KPU semata.

Menurut TINDAK, perusahaan penyedia jasa private jet harus turut diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan penting dalam proses pengadaan yang sarat kejanggalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

TINDAK menilai skandal pengadaan private jet tersebut bukan sekadar persoalan administratif pengadaan barang dan jasa, melainkan telah mengarah pada dugaan korupsi terstruktur, indikasi gratifikasi, penggelembungan anggaran (mark-up), hingga potensi penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan di luar tugas kepemiluan.

Berdasarkan penelusuran TINDAK melalui sistem Aplikasi Monitoring dan Evaluasi Lokal (AMEL) LKPP terhadap kode RUP 53276949, ditemukan adanya dua kontrak berbeda dengan penyedia yang sama, yakni PT Alfalima Cakrawala Indonesia.

Dua kontrak tersebut masing-masing bernilai Rp40.195.588.620 tertanggal 6 Januari 2024 dan Rp25.299.744.375 tertanggal 8 Februari 2024, sehingga total keseluruhan mencapai Rp65.495.332.995. Sementara itu, pagu anggaran dalam RUP hanya sebesar Rp46.195.659.000.

Selisih hampir Rp19,3 miliar tersebut dinilai menimbulkan dugaan kuat adanya mark-up anggaran yang wajib dibongkar secara transparan oleh aparat penegak hukum

TINDAK juga menyoroti fakta bahwa perusahaan penyedia jasa tersebut diketahui baru berdiri pada tahun 2022 dan masih dikategorikan sebagai usaha kecil dalam Sistem Informasi Penyedia LKPP, namun justru memperoleh proyek bernilai puluhan miliar rupiah untuk penyediaan fasilitas elite berupa private jet pimpinan negara.

Menurut TINDAK, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai proses penunjukan perusahaan penyedia jasa.

Baca Juga:  Bupati Cilacap Di OTT, Penggiat Anti Korupsi di Cilacap Dorong KPK Usut Tuntas Sampai ke akar - akarnya

“Bagaimana mungkin perusahaan yang baru seumur jagung bisa mendapatkan proyek jumbo dan sensitif tanpa adanya relasi kekuasaan, permainan kedekatan, atau dugaan gratifikasi? Ini bukan perkara kecil. Ini menyangkut integritas demokrasi dan penggunaan uang rakyat,” tegas Bonatua Sinaga selaku kordinator Lapangan TINDAK dalam orasinya.

Bona Tua juga mempertanyakan urgensi penggunaan hingga dua unit private jet di saat tahapan distribusi logistik Pemilu 2024 disebut hampir selesai. Hal tersebut dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa fasilitas tersebut berpotensi digunakan bukan semata-mata untuk kepentingan penyelenggaraan pemilu.

“Jika benar ada dua private jet yang disewa bersamaan, publik wajib tahu siapa yang menggunakan, untuk tujuan apa, ke mana saja penerbangannya, dan siapa pihak yang menikmati fasilitas tersebut. Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk kemewahan segelintir elite dengan dalih kepentingan negara,” lanjut pernyataan Bonatua Sinaga.

Dalam tuntutannya, TINDAK mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera:

1).Memanggil dan memeriksa direksi serta pemilik PT Alfalima Cakrawala Indonesia.

2). Menelusuri dugaan gratifikasi dan aliran dana kepada pihak-pihak tertentu.

Membuka seluruh dokumen kontrak, manifest penerbangan, dan daftar pengguna private jet

3). Memeriksa proses penunjukan langsung yang dinilai penuh kejanggalan.

Mengusut dugaan mark-up hingga potensi kerugian negara.

4). Memanggil seluruh pihak di lingkungan KPU yang mengetahui dan menyetujui pengadaan tersebut.

TINDAK menegaskan bahwa KPK tidak boleh terlihat lemah ataupun ragu dalam mengusut perusahaan penyedia jasa private jet tersebut. Sebab apabila vendor tidak diperiksa, maka penyelidikan berpotensi hanya menjadi formalitas politik semata.

“Jangan sampai KPK hanya berani memeriksa bawahan, tetapi takut menyentuh aktor utama dan perusahaan yang diduga menikmati proyek puluhan miliar tersebut. Demokrasi tidak boleh diterbangkan dengan private jet korupsi,” tutup Bona Tua Sinaga.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FERADI WPI DKI Jakarta Kawal Judicial Review UU Kesehatan, Bianca: “Perjuangan Ini Menyangkut Keselamatan Rakyat Indonesia”
Geger! Puluhan Siswa Diduga Kesurupan Saat Kemah di Kepurun Manisrenggo, Kegiatan Dihentikan
Harriani Bianca Ketua DPD FERADI WPI Jakarta Pimpin Perlawanan UU Kesehatan di MK, Donny Andretti Siap Turun Gunung Dukung Penuh
SIDANG GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH PARA PENGGUGAT AHLI WARIS DARI ALMARHUM TABA BIN KEMPING/KEMPI MELAWAN TERGUGAT PT FAST FOOD INDONESIA TBK/GERAI KFC CIRACAS. DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA TIMUR.
Grand Launching Samsat Budiman KDMP Desa Pidodowetan
LSM GMPK Laporkan Dugaan Pembangunan Tanpa PBG dan Pelanggaran K3 di Salatiga
Rokok Ilegal Kuasai Anyer, Diduga Dibekingi Oknum: Negara Rugi, Aparat Tutup Mata !!
Polisi Sahabat Anak, Puluhan Siswa RA Al Uswah Kunjungi Polsek Slogohimo
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:22 WIB

FERADI WPI DKI Jakarta Kawal Judicial Review UU Kesehatan, Bianca: “Perjuangan Ini Menyangkut Keselamatan Rakyat Indonesia”

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:11 WIB

Geger! Puluhan Siswa Diduga Kesurupan Saat Kemah di Kepurun Manisrenggo, Kegiatan Dihentikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:06 WIB

Harriani Bianca Ketua DPD FERADI WPI Jakarta Pimpin Perlawanan UU Kesehatan di MK, Donny Andretti Siap Turun Gunung Dukung Penuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:09 WIB

SIDANG GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH PARA PENGGUGAT AHLI WARIS DARI ALMARHUM TABA BIN KEMPING/KEMPI MELAWAN TERGUGAT PT FAST FOOD INDONESIA TBK/GERAI KFC CIRACAS. DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA TIMUR.

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:03 WIB

TINDAK DESAK KPK PERIKSA DIREKSI DAN PIMPINAN PT ALFALIMA CAKRAWALA INDONESIA TERKAIT DUGAAN KORUPSI PRIVATE JET PIMPINAN KPU.

Berita Terbaru