Garut, Tribuncakranews.com
Ada yang unik jika Anda berkunjung ke SMPN 2 Caringin yang berlokasi di Kp. Cijambe, RT 003 RW 006, Desa Cimahi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.
Lembaga pendidikan ini punya cara yang sangat kreatif dalam melestarikan kebudayaan asli Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika biasanya kegiatan ekstrakurikuler seni musik tradisional hanya didominasi oleh para siswa, di SMPN 2 Caringin suasananya berbeda. Di sini, para guru tidak hanya berdiri di depan kelas untuk mengajar mata pelajaran umum, tetapi juga aktif turun tangan memainkan alat musik bambu khas Sunda yaitu Calung.
Sinergi Tradisi Antara Guru dan Murid
Gerakan giat lestarikan budaya ini lahir dari komitmen sekolah untuk menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman. Uniknya, harmoni nada yang tercipta di lingkungan sekolah ini merupakan hasil kolaborasi kompak antara antusiasme siswa dan kelihaian jemari para guru dalam memukul bilah-bilah bambu calung.
”Melestarikan budaya itu bukan cuma soal teori di dalam buku, tapi soal aksi nyata. Ketika murid melihat gurunya juga aktif dan bangga memainkan calung, mereka jadi jauh lebih bersemangat,” ujar salah satu perwakilan sekolah. Pak Cecep. Senin (15/2026).
Mengapa Ini Menarik?
Keteladanan Nyata: Guru tidak hanya menyuruh siswa belajar budaya, tetapi menjadi role model (panutan) langsung.
Suasana Belajar yang Cair: Aktivitas ini terbukti membangun kedekatan emosional yang positif antara guru dan murid di luar jam pelajaran formal.
Menjaga Identitas Lokal: Di tengah gempuran musik modern dan gadget, SMPN 2 Caringin justru berhasil membuat suara dentingan bambu tetap bergema eksotis di kawasan Caringin, Garut.
Aksi kompak para guru dan murid di SMPN 2 Caringin ini menjadi bukti nyata bahwa merawat kearifan lokal bisa dilakukan dengan cara yang seru, asyik, dan tentunya melegenda.
(Enjang)













