SRAGEN-JATENG, Tribuncakranews.com – Memasuki musim pengesahan warga baru perguruan silat di Kabupaten Sragen, Polres Sragen mengerahkan pengamanan terpadu dalam rangka mengawal pelaksanaan Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun (P-17) Tahun 2026 yang berlangsung di Padepokan PSHT Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Jumat malam (19/6/2026) hingga Sabtu dini hari.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan organisasi pencak silat tersebut diikuti sebanyak 768 calon warga baru dari 10 ranting PSHT se-Kabupaten Sragen.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Polres Sragen bersama Kodim 0725/Sragen, pengamanan internal Pamter PSHT, serta unsur terkait melaksanakan pengamanan secara terpadu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari hadir langsung memimpin pengamanan bersama Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin dan jajaran pejabat utama Polres Sragen. Kehadiran pimpinan TNI-Polri tersebut menjadi bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan selama berlangsungnya kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dan pendamping.
“Pengamanan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian pengesahan warga baru berjalan aman, tertib dan kondusif. Kami mengapresiasi kerja sama panitia, pengurus PSHT, Pamter, serta seluruh pihak yang telah mendukung terciptanya situasi yang aman selama kegiatan berlangsung,” ujar AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Prosesi pengesahan diawali dengan kegiatan slametan dan doa bersama yang dihadiri Dewan PSHT Pusat Madiun, pengurus cabang, para ketua ranting, serta peserta pengesahan. Selanjutnya, peserta mengikuti prosesi inti pengesahan hingga dini hari sebelum kembali ke wilayah masing-masing.
Ketua Dewan PSHT Pusat Madiun, H. Issoebiantoro, dalam sambutannya mengajak seluruh warga PSHT untuk terus menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun P-17, Sunanto, menegaskan kepada seluruh warga baru agar tidak melakukan euforia berlebihan setelah pengesahan dan tetap menjaga kondusivitas wilayah masing-masing.
Berdasarkan data panitia, jumlah warga baru yang disahkan sebanyak 768 orang yang berasal dari Ranting Gemolong, Miri, Kalijambe, Sumberlawang, Masaran, Plupuh, Tanon, Mondokan, Gesi dan Sukodono.
Polres Sragen menerapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup selama kegiatan berlangsung, termasuk pengaturan lalu lintas, patroli, pengawalan serta monitoring jalur kepulangan peserta guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun kemacetan lalu lintas.
Kapolres Sragen menegaskan bahwa sinergitas antara aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, khususnya pada momentum musim pengesahan warga baru perguruan silat yang setiap tahun menjadi perhatian bersama.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada Sabtu dini hari, situasi di lokasi maupun jalur kepulangan peserta terpantau aman, tertib dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang menonjol.
Penulis : Khanza Haryati
Editor : Khanza Haryati
Sumber Berita: Humas Polres Sragen













