Semarang, Tribuncakranews.com Festival Jagat Patra 2026 menghadirkan konsep berbeda dalam kompetisi Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Tidak hanya mengedepankan kedisiplinan dan ketangkasan, ajang yang digelar di Sportorium Universitas IVET Semarang, Minggu (28/6/2026), juga memadukan olahraga tradisional dan kreativitas digital sebagai bagian dari upaya memperluas budaya olahraga di kalangan pelajar. Acara festival di buka secara langsung oleh pembina FORBASI kota Semarang Tri Leksono dengan menyematkan secara simbolis tanda peserta baik tingkat SD, SMP dan SMA/SMK sederajat
Kompetisi tingkat Jawa Tengah tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Semarang dan memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Semarang. Ribuan peserta dan pendukung memadati lokasi untuk mengikuti sekaligus menyaksikan rangkaian perlombaan.
Sejak tahapan awal, panitia mendorong peserta menampilkan kreativitas melalui pembuatan video bertema Road to Jagat Patra 2026 yang diunggah ke media sosial. Di arena lomba, kemampuan peserta diuji melalui kategori baris-berbaris, variasi formasi, hingga kostum terbaik dengan tetap mengacu pada Peraturan Panglima TNI Nomor 58 Tahun 2018.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana kompetisi semakin semarak saat panitia menghadirkan permainan olahraga tradisional, seperti bakiak dan tarik tambang, di sela perlombaan. Kegiatan tersebut melibatkan peserta, pelatih, hingga para suporter melalui kolaborasi dengan Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA).
Founder Harmoni Pembaris sekaligus Ketua Panitia Festival Jagat Patra 2026, Teguh Dwi Setiaji, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk mendukung program pemasalan olahraga yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Semarang bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“Kami ingin Festival Jagat Patra menjadi motor penggerak pemasalan olahraga di kalangan pelajar. Baris-berbaris membentuk kedisiplinan dan karakter, sedangkan olahraga tradisional menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Aji sapaan akrabnya menilai, perpaduan kedua aktivitas tersebut diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sehat, kreatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
Ia menjelaskan, saat ini cabang olahraga baris-berbaris telah memiliki wadah resmi melalui Formasi Baris Indonesia (FORBASI) yang menjadi salah satu induk organisasi olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI.
Karena itu, penyelenggaraan Festival Jagat Patra juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan olahraga baris-berbaris kepada masyarakat secara lebih luas, khususnya di kalangan pelajar.
“Visi kami sejalan dengan Pemerintah Kota Semarang, FORBASI, dan KORMI, yakni menjadikan olahraga sebagai aktivitas yang dicintai dan mudah diakses generasi muda. Ketika PBB dipadukan dengan olahraga tradisional, kami ingin membangun generasi yang sehat, tangguh, kreatif, dan berjiwa nasionalis,” katanya.
Selain mengusung konsep sportainment, Festival Jagat Patra 2026 tetap mempertahankan sisi kompetitif melalui babak Final Battle yang mempertemukan para juara grup untuk memperebutkan gelar juara umum. Penilaian dilakukan oleh dewan juri tingkat nasional guna menjaga kualitas dan objektivitas perlombaan.
Melalui konsep tersebut, Festival Jagat Patra 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter, kreativitas, serta penguatan budaya olahraga di kalangan generasi muda.
( Sukindar)













