KENDAL, Tribuncakranews.com – Tradisi tahunan Merti Desa kembali digelar oleh masyarakat Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah, keselamatan, serta hasil bumi yang telah diberikan kepada masyarakat.
Suasana berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kepala Desa Magersari, Muhyidin, turut hadir mengenakan busana adat kademangan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya lokal.
Rangkaian kegiatan Merti Desa diawali pada Kamis malam, Jumat (9/7/2026), dengan pelaksanaan istighosah, majelis zikir, dan selawat bersama Majelis Al Hikmah. Acara yang dimulai selepas salat Magrib tersebut berlangsung khidmat hingga pukul 01.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, pada Jumat malam Sabtu (10/7/2026), kegiatan diawali dengan kirab budaya yang diikuti seluruh warga. Rombongan berangkat dari masjid desa dan berkeliling Desa Magersari menuju makam leluhur pendiri desa. Setibanya di lokasi, masyarakat menggelar doa bersama, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng serta makan bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu, sebelum ditutup dengan pengajian umum yang dihadiri masyarakat.
Salah seorang warga, Naysilla, mengaku bangga atas perkembangan Desa Magersari di bawah kepemimpinan Kepala Desa Muhyidin.
“Saya bangga dengan Kepala Desa yang sekarang. Sejak beliau menjabat, perkembangan Desa Magersari sangat baik. Kegiatan seperti Merti Desa juga rutin dilaksanakan setiap tahun sehingga Desa Magersari semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Ia berharap tradisi Merti Desa terus dilestarikan karena membawa dampak positif bagi kemajuan desa.
“Semoga dengan adanya syukuran Merti Desa yang diselenggarakan setiap tahun ini, Desa Magersari semakin maju dan masyarakatnya semakin makmur, khususnya dari segi perekonomian,” tegas Naysilla.
Sementara itu, Kepala Desa Magersari, Muhyidin, mengatakan bahwa Merti Desa merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan.
“Merti Desa merupakan tradisi tahunan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah, keselamatan, dan hasil bumi yang telah diberikan. Saya berharap melalui kegiatan ini, Desa Magersari ke depan semakin maju, masyarakatnya hidup rukun, dan kesejahteraannya terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Muhyidin.
Surya












