Pilkada Langsung atau Tidak Langsung Dipersimpangan Jalan. Rektor Unadri Kupang : Jauh Lebih Penting Menjaga Kondusifitas dan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

- Kontributor

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang-NTT, Tribuncakranews.com // Tokoh Akademisi Dr. Patrisius Kami, S.Pd, M.Hum yang kini menjabat Rektor Universitas Aryasatya Deo Muri (Unadri) Kupang angkat bicara di tengah polemik Pilkada langsung (One Man One Vote) atau Pilkada tidak langsung (Demokrasi Keterwakilan melalui DPRD).

Akademisi muda asal Kabupaten Ende ini menyebut wacana mekanisme Pilkada yang tengah menjadi sorotan publik adalah hal yang dinamis dalam catur perpolitikan tanah air. Esensinya negara tetap menjalankan roda pemerintahan secara kondusif, aman dan damai.

“Melihat wacana yang berkembang saat ini, berkaitan dengan Pilkada yang diwacanakan melalui DPRD, bagi saya, itu suatu hal yang dinamis dalam politik di Indonesia, benar bahwa esensi demokrasi yaitu setiap orang punya hak untuk menentukan siapapun kepala daerah, tapi bagi saya yang terpenting adalah negara itu tetap dalam suatu kondisi yang kondusif, aman dan damai”. Ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria yang akrab disapa Dr. Patris ini turut mengajak masyarakat NTT bijak dalam melihat wacana Pilkada langsung atau tidak langsung serta selalu menjaga harmoni sosial dalam menyampaikan pikiran dan pendapat.

“Vox Populi Vox Dey, rakyat adalah suara Tuhan, itu penting, tapi esensi pemilihan kepala daerah jauh lebih penting, bagi saya soal pemilihan apapun kita masyarakat Nusa Tenggara Timur harus lebih bijak melihat wacana ini, apapun keputusannya, saya percaya negara ini memiliki konstitusi dan koridor hukum yang kuat, silahkan berpendapat, silahkan memberikan pikiran tapi tentu tidak menghilangkan harmoni sosial yang terjaga saat ini.” Himbaunya

Lebih lanjut, Dr. Patris mengemukakan bahwa kepentingan fundamental saat ini adalah membangun peradaban melalui peningkatan SDM, ekonomi masyarakat dan mendorong kemajuan infrastuktur, berkaitan dengan soal Pilkada, ruang konsolidasi dan dialog menjadi wadah bagi elite politik untuk menentukan kebijakan politik.

“Yang paling fundamental dan jauh lebih penting adalah bagaimana peningkatan SDM, peningkatan ekonomi, peningkatan infrastuktur bisa terus terjaga, soal Pilkada langsung atau tidak langsung, kita percaya bahwa dinamika politik, dinamika di dalam wacana ini tetap dijalankan sebagaimana mestinya, kita harapkan petinggi-petinggi atau yang berkepentingan di negara ini mau berkonsolidasi, berdialog, berdiskusi bersama sehingga tidak terjadi perdebatan dan mendapatkan informasi yang komprehensif.” Terangnya.

Sebagaimana diketahui, opini publik kini terbelah dalam pro kontra mekanisme pemilihan kepala daerah, pemilihan langsung dinilai boros anggaran dan rentan Money Politic tapi secara konstitusional kedaulatan tetap berada di tangan rakyat, sementara Pilkada tidak langsung atau demokrasi keterwakilan melalui DPRD dinilai lebih efisien dan hemat anggaran tapi dianggap merampas kedaulatan rakyat dan menghianati kedaulatan rakyat.

Red/Khanza Haryati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penataan Lahan dan Pengeluaran Tanah dari Lokasi di Gunungpati Jadi Sorotan, Legalitas Dipertanyakan
Pererat Silaturahmi, Danrem 072/Pamungkas Terima Audensi General Manager Khas Malioboro dan Tugu Hotel Yogyakarta
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Puncak Acara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 DIY
Dana Desa Bone Subur Jadi “Tumbal”? Rp151 Juta Mengalir ke BUMDes Ilegal
Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Dipertanyakan, Komitmen Pemberantasan Kejahatan Jadi Sorotan
Dugaan Korupsi Proyek Mini Zoo ‘Garong’ Berkeliaran, Hukum Tumpul Keatas
Tokoh Masyarakat Soroti Dugaan Perselingkuhan Oknum Pejabat, Desak Tindakan Tegas
Peringati Hari Kartini, Kejari Simalungun dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Simalungun Gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan dan Donor Darah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:46 WIB

Dugaan Penataan Lahan dan Pengeluaran Tanah dari Lokasi di Gunungpati Jadi Sorotan, Legalitas Dipertanyakan

Selasa, 21 April 2026 - 18:09 WIB

Pererat Silaturahmi, Danrem 072/Pamungkas Terima Audensi General Manager Khas Malioboro dan Tugu Hotel Yogyakarta

Selasa, 21 April 2026 - 18:05 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Puncak Acara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 DIY

Selasa, 21 April 2026 - 17:59 WIB

Dana Desa Bone Subur Jadi “Tumbal”? Rp151 Juta Mengalir ke BUMDes Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 17:50 WIB

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Dipertanyakan, Komitmen Pemberantasan Kejahatan Jadi Sorotan

Berita Terbaru