PURWOREJO, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Keberadaan 13 ekor sapi yang disebut-sebut merupakan bantuan untuk Kelompok Tani Ngudi Barokah, Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawatengah, menjadi pertanyaan sejumlah anggota kelompok dan masyarakat setempat.
Berdasarkan keterangan salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada tim investigasi pada Jumat (6/11/2026), Kelompok Tani Ngudi Barokah telah terbentuk sejak tahun 2013 dan hingga saat ini masih aktif dengan jumlah anggota sebanyak 28 orang.
Narasumber tersebut menjelaskan, kelompok tani itu pernah menerima bantuan sebanyak delapan ekor sapi sekitar tahun 2019. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber maupun instansi pemberi bantuan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, sekitar tahun 2024, kelompok tani kembali menerima bantuan sebanyak lima ekor sapi. Menurut informasi yang didengar narasumber, bantuan tahap kedua tersebut berasal dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Purworejo.
“Awalnya, untuk perawatan dan pemberian pakan sapi, seluruh anggota kelompok bergotong royong mencari rumput atau ngarit. Namun, seiring berjalannya waktu, pengurusan pakan kemudian diambil alih oleh kepala desa karena saat itu ada sedikit permasalahan,” ungkap narasumber.
Persoalan mulai menjadi perhatian anggota kelompok ketika seluruh sapi bantuan, baik delapan ekor dari tahap pertama maupun lima ekor dari tahap kedua, disebut sudah tidak terlihat lagi di lokasi kandang.
Menurut narasumber, hingga saat ini keberadaan keseluruhan 13 ekor sapi tersebut menjadi tanda tanya bagi anggota kelompok. Mereka mengaku belum mendapatkan penjelasan yang dianggap jelas mengenai keberadaan maupun pengelolaan sapi-sapi bantuan tersebut.
Masyarakat berharap ada penjelasan dan pertanggungjawaban yang transparan dari pihak-pihak terkait, khususnya kepala desa, mengingat bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani dan melibatkan kepentingan seluruh anggota.
Tim Investigasi Lakukan Pengecekan ke Lokasi Kandang
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim investigasi bersama sejumlah warga melakukan pengecekan langsung ke kandang sapi yang berlokasi di Dukuh Gupaan, Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
Dari hasil peninjauan di lokasi, tim mendapati kandang yang dimaksud dalam keadaan kosong dan tidak terlihat adanya sapi. Sementara itu, di area sekitar kandang terlihat puluhan kambing jenis kambing Jawa.
Lokasi kandang tersebut diketahui berada di sebelah rumah Kepala Desa Banyuasin Kembaran.
Tim investigasi kemudian berupaya menemui kepala desa secara langsung untuk meminta klarifikasi terkait informasi bantuan 13 ekor sapi tersebut. Namun, saat didatangi, rumah kepala desa dalam keadaan kosong sehingga tim belum berhasil bertemu secara langsung.
Tidak berhenti sampai di situ, tim juga berupaya menghubungi kepala desa melalui pesan WhatsApp guna meminta konfirmasi dan penjelasan mengenai asal-usul bantuan, pengelolaan, serta keberadaan sapi-sapi tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan maupun keterangan resmi dari Kepala Desa Banyuasin Kembaran.
Transparansi dan Klarifikasi Diharapkan dari Pihak Terkait
Masyarakat dan anggota Kelompok Tani Ngudi Barokah berharap persoalan ini dapat memperoleh kejelasan. Mereka menginginkan adanya keterbukaan informasi mengenai bantuan delapan ekor sapi pada sekitar tahun 2019 dan lima ekor sapi pada sekitar tahun 2024, termasuk mekanisme pengelolaan, kondisi terakhir, serta keberadaan seluruh ternak tersebut.
Apabila memang terdapat perubahan status, pemindahan, penjualan, kematian, atau bentuk pengelolaan lainnya, masyarakat berharap hal tersebut dapat dijelaskan secara terbuka dengan disertai dokumen atau bukti pendukung.
Hingga kini, keberadaan 13 ekor sapi yang menurut keterangan narasumber pernah diterima kelompok tani tersebut masih menjadi pertanyaan yang membutuhkan klarifikasi.
Tim investigasi membuka ruang seluas-luasnya bagi Kepala Desa Banyuasin Kembaran maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang serta mengungkap fakta secara objektif. ( Surjono )














