Manipulasi Tiket Masuk Destinasi Wisata Pantai di Gunungkidul, DPRD Soroti Dugaan Kebocoran PAD

- Kontributor

Rabu, 15 April 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGKIDUL, DIY TRIBUNCAKRANEWS.COM — Dugaan praktik manipulasi tiket masuk di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata Kabupaten kembali mencuat. Komisi B DPRD Gunungkidul menemukan indikasi kecurangan yang berpotensi menyebabkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, , mengungkapkan pihaknya menemukan cetakan tiket Mobile Point of Sale (MPOS) dalam jumlah banyak di TPR, padahal saat itu belum ada pengunjung yang masuk.

Temuan tersebut didapat saat Ketua Komisi B melakukan kunjungan ke salah satu destinasi unggulan, yakni kawasan , yang dikenal sebagai titik ramai wisatawan terutama saat musim liburan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau tiket sudah tercetak sementara pengunjung belum ada, ini sangat rawan. Ini bukan hal normal dalam sistem,” tegas Ery.

Fakta tersebut kemudian disampaikan dalam forum resmi bersama .

Menurut Ery, ketidaksesuaian waktu cetak tiket dengan waktu kedatangan pengunjung dapat mengarah pada potensi kebocoran PAD.

“Ini bisa jadi modus. Tiket dicetak lebih dulu, lalu berpotensi dijual di luar sistem atau bahkan dobel. Kalau itu terjadi, jelas merugikan daerah,” ujarnya.

Selain itu, terpantau banyak bus pariwisata disebut hanya melintas di TPR Induk Pantai Baron tanpa berhenti untuk pemeriksaan petugas maupun pengambilan struk pembayaran retribusi masuk kawasan wisata.

Kondisi tersebut menambah sorotan terhadap lemahnya pengawasan sistem retribusi di lapangan. Komisi B menilai praktik semacam ini berpotensi merusak tata kelola pendapatan daerah yang seharusnya berjalan transparan dan akuntabel.

DPRD Gunungkidul pun meminta audit menyeluruh serta evaluasi total terhadap pengelolaan TPR di seluruh kawasan wisata.

“Ini warning keras. Jangan sampai kebocoran PAD terjadi karena lemahnya pengawasan di lapangan,” pungkas Ery.

Komisi B menegaskan akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tiket di TPR, termasuk pengawasan terhadap petugas lapangan dan optimalisasi sistem digital agar lebih transparan serta akuntabel.

 

Red/Pur

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Publik Sorot Lambatnya Respon & Belum ditahannya Pelaku oleh Polres Salatiga, Menanggapi Viralnya Video Pengroyokan dengan Linggis di Salatiga
Aksi RPP Berakhir di Tangan Polisi, Sabu Puluhan Gram Ditemukan dalam Bagasi Motor
Pimpin Upacara 17-an, Danrem 072/Pamungkas Sampaikan Amanat Pangdam IV/Diponegoro
Diduga Langgar Tata Ruang dan Sempadan Sungai, LSM GMPK dan LCKI Laporkan Bangunan di Candirejo ke Satpol PP
Tidak Terima Diingatkan, Anak Punk Bentrok Dengan Warga
Semarak HUT Polantas Bhayangkara ke 71, 10 Seniman goreskan edukasi Lalu Lintas lewat Mural di Benteng Fort Willem I Ambarawa.
Semarang Bergema, Bhayangkara Eager Series II 2026 Sukses Hadirkan Karate Nasional
Desa Pliken Kecamatan Kembaran Banyumas Gelar Pelantikan Perangkat Hasil Proses P3D Tahun 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:44 WIB

Publik Sorot Lambatnya Respon & Belum ditahannya Pelaku oleh Polres Salatiga, Menanggapi Viralnya Video Pengroyokan dengan Linggis di Salatiga

Kamis, 17 September 2026 - 16:40 WIB

Aksi RPP Berakhir di Tangan Polisi, Sabu Puluhan Gram Ditemukan dalam Bagasi Motor

Kamis, 17 September 2026 - 13:41 WIB

Pimpin Upacara 17-an, Danrem 072/Pamungkas Sampaikan Amanat Pangdam IV/Diponegoro

Kamis, 17 September 2026 - 12:02 WIB

Diduga Langgar Tata Ruang dan Sempadan Sungai, LSM GMPK dan LCKI Laporkan Bangunan di Candirejo ke Satpol PP

Rabu, 16 September 2026 - 23:34 WIB

Semarak HUT Polantas Bhayangkara ke 71, 10 Seniman goreskan edukasi Lalu Lintas lewat Mural di Benteng Fort Willem I Ambarawa.

Berita Terbaru