Pengadaan Sikat dan Semir Sepatu Rp1,57 Miliar, BGN Kembali Disorot Publik

- Kontributor

Selasa, 21 April 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tribuncakranews.com – Selasa, 21/4/2026. Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik setelah data pengadaan pemerintah melalui Inaproc mengungkap adanya belanja sikat dan semir sepatu senilai Rp1,57 miliar yang bersumber dari anggaran tahun 2025.

Dalam data tersebut, BGN tercatat melaksanakan 12 paket kontrak pengadaan sikat dan semir sepatu. Sejumlah pihak menilai harga satuan barang dalam kontrak tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga di pasaran, sehingga memunculkan pertanyaan terkait efisiensi penggunaan anggaran negara.

Sorotan semakin tajam karena BGN merupakan lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menyatakan bahwa seluruh proses pengadaan telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku dan didasarkan pada kebutuhan operasional lembaga.

Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik publik. Banyak pihak mempertanyakan relevansi pengadaan barang seperti sikat dan semir sepatu di tengah fokus utama lembaga pada isu ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional.

Peristiwa ini menambah daftar polemik pengadaan di lingkungan BGN.

Sebelumnya, lembaga tersebut juga sempat menjadi perhatian terkait pengadaan kendaraan operasional bernilai fantastis serta belanja perlengkapan lain yang dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran pemerintah.

Pengamat kebijakan publik menilai, setiap penggunaan anggaran negara harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan skala prioritas. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap program kesejahteraan yang tepat sasaran, setiap belanja yang dinilai tidak mendesak berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait pengadaan tersebut masih menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat.

 

Marno (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Patroli Tengah Malam, Antisipasi Kreak dan Kejahatan 3C di Wilayah Rawan
Polisi Kembali Tangkap Pelaku Curanmor, 17 Sepeda Motor Berhasil Diamankan
Kasus Bahira Memanas, Orang Tua Pasien Didampingi FORWATU Banten Siap Laporkan Dugaan Kelalaian Pelayanan RSUD Adjidarmo ke Polres Lebak
Wali Kota Lubuk Linggau Terima Kunjungan Kerja Bupati Kabupaten Muaro Jambi
Heboh Proyek Raksasa PIC! Jalan Umum Diduga Dicaplok HGB, BPN Deli Serdang dan PT GMC Disorot Publik
Warga Binaan Lapas Pati Terima Premi Periode Mei 2026 Hasil Pembinaan Kemandirian
Dugaan Menu MBG Cikundur Tak Sesuai Standar Gizi, Pengelolaan dan Fasilitas Limbah Jadi Sorotan
Arena Sabung Ayam di Kebun Bambu Digerebek Polisi, Sejumlah Barang Bukti Diamankan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:57 WIB

Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Patroli Tengah Malam, Antisipasi Kreak dan Kejahatan 3C di Wilayah Rawan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:47 WIB

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Curanmor, 17 Sepeda Motor Berhasil Diamankan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:39 WIB

Kasus Bahira Memanas, Orang Tua Pasien Didampingi FORWATU Banten Siap Laporkan Dugaan Kelalaian Pelayanan RSUD Adjidarmo ke Polres Lebak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:34 WIB

Wali Kota Lubuk Linggau Terima Kunjungan Kerja Bupati Kabupaten Muaro Jambi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:01 WIB

Heboh Proyek Raksasa PIC! Jalan Umum Diduga Dicaplok HGB, BPN Deli Serdang dan PT GMC Disorot Publik

Berita Terbaru