Garut, Tribuncakranews. com
Ketika kabut pagi perlahan terangkat dari perbukitan Bungbulang, menyisakan hawa sejuk yang menusuk tulang, ratusan pasang mata tertuju pada satu titik, selembar kain merah putih yang siap naik dari tiang yang menjulang.
Di tengah keheningan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tingkat Kecamatan Bungbulang sukses digelar dengan penuh khidmat, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap jiwa yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upacara yang dipusatkan di Lapangan Upacara SMA Islam Cikuya, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut ini bukan sekadar rutinitas tahunan di atas kertas. Sejak pukul 07.00 WIB, riuh rendah langkah kaki para peserta—mulai dari barisan tegak personil TNI-Polri, para abdi negara (ASN), organisasi kemasyarakatan, hingga riak semangat dari ratusan pelajar—telah memadati lapangan. Mereka hadir dengan satu tujuan, merawat ingatan tentang fondasi bangsa, Hari Senin (1/6/2026).
Detik-detik yang menggetarkan
suasana berubah menjadi sakral saat komandan upacara memasuki lapangan. Jantung perayaan ini berdenyut kencang ketika pasukan pengibar bendera (Paskibra) melangkah dengan formasi presisi. Langkah kaki mereka yang serentak menepuk bumi Bungbulang seolah menjadi simbol keteguhan generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI.
Saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, seluruh peserta upacara memberikan hormat terbaiknya. Merah Putih berkibar dengan anggun, membelah langit Bungbulang yang mulai benderang oleh cahaya matahari pagi.
Camat Bungbulang, Benni Yandiana, S.Sos.,A.Kp., M.Si selaku Inspektur Upacara, dalam amanatnya menyampaikan pesan yang membakar semangat. Beliau menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar teks mati untuk dihafal, melainkan energi hidup yang harus diwujudkan dalam gotong royong sehari-hari, khususnya dalam membangun wilayah Bungbulang yang sejahtera dan damai.
”Pancasila adalah titik temu kita. Di tengah perbedaan, di sinilah kita berdiri bersama sebagai satu keluarga besar Bungbulang, dan sebagai satu bangsa, Indonesia,” ujar Camat Bungbulang dalam pidatonya yang disambut anggukan khidmat dari para peserta upacara.
Kesuksesan dan kelancaran acara ini tidak lepas dari sinergi luar biasa. Kedisiplinan para peserta, kesigapan aparat keamanan dari Polsek dan Koramil Bungbulang, serta antusiasme warga yang menyaksikan dari pinggir lapangan menciptakan harmoni yang sempurna.
Tidak ada kendala berarti, semua prosesi mengalir dari awal hingga doa penutup dipanjatkan.
Selesainya upacara ditandai dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang hangat. Senyum merekah di wajah para peserta yang hadir, melihat estafet nilai-nilai Pancasila masih terjaga erat di tangan generasi penerus.
Dari Bungbulang, sebuah kecamatan yang subur di Garut Selatan, pesan persatuan itu bergema keras hari ini, bahwa selama Pancasila hidup di dalam dada warganya, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh menantang zaman.
(Enjang)













