Boyolali, Tribuncakranews.com – Kamis, 12/3/2026. Aktivitas tambang pasir, tanah urug, dan sirtu yang diduga dikelola oleh CV Berkah Sekawan di wilayah Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali menuai sorotan warga sekitar. Sejumlah warga menduga terdapat berbagai pelanggaran sejak awal proses perizinan hingga operasional tambang.
Berdasarkan keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, sejak awal pembukaan tambang disebut-sebut sudah terjadi beberapa persoalan terkait penggunaan lahan milik warga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah akses jalan menuju lokasi tambang yang melintasi lahan milik warga yang dikenal dengan nama Mbah Benu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya hanya diizinkan sekitar 1 meter untuk akses jalan pertanian. Namun kenyataannya sekarang jalan tersebut sudah melebar menjadi sekitar 3 meter dan digunakan untuk lalu-lalang kendaraan truk pengangkut material tambang,” ujar seorang warga kepada tim media.
Tidak hanya itu, warga juga menyebut bahwa masa kontrak penggunaan lahan untuk akses jalan tersebut sudah habis, namun aktivitas kendaraan tambang masih terus berlangsung hingga saat ini.
Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah truk dump truck keluar masuk membawa material tanah dan pasir, sementara kondisi jalan di area tambang tampak berlumpur akibat aktivitas alat berat dan kendaraan pengangkut material.
Selain persoalan akses jalan, warga juga mempertanyakan kelengkapan perizinan tambang, termasuk izin operasional, izin lingkungan, serta dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan sekitar.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi, guna memastikan apakah aktivitas tambang tersebut telah memenuhi aturan yang berlaku.
“Kalau memang izinnya lengkap silakan saja berjalan, tapi kalau ada pelanggaran kami berharap ada tindakan dari pihak berwenang,” ungkap warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola yang disebut sebagai CV Berkah Sekawan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola maupun instansi terkait di Kabupaten Boyolali. (*)













