Diduga Mark’Up Jumlah Siswa, SMP IT Al Akhtar Pakenjeng Disorot Terkait Dana BOS Tahap I Tahun 2025

- Kontributor

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Tribuncakranews.com — Dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat di Kabupaten Garut. Kali ini, sorotan tertuju pada SMP IT Al Akhtar Pakenjeng yang beralamat di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Sekolah tersebut diduga kuat melakukan mark’up jumlah peserta didik demi memperoleh kucuran dana BOS dalam jumlah besar.” Selasa Februari 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, jumlah siswa aktif yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMP IT Al Akhtar Pakenjeng diduga hanya sekitar 25 orang. Namun ironisnya, dalam data penerima Dana BOS Tahap I Tahun 2025, sekolah tersebut tercatat menerima dana sebesar Rp 56.650.000 dengan jumlah peserta didik penerima sebanyak 103 siswa.

Perbedaan mencolok antara jumlah siswa di lapangan dengan data penerima dana BOS ini menimbulkan dugaan kuat adanya manipulasi data peserta didik demi memperbesar anggaran bantuan yang diterima sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awak media kemudian melakukan upaya konfirmasi kepada pihak sekolah melalui pesan WhatsApp. Salah seorang yang mengaku sebagai komite sekolah, sekaligus disebut sebagai pengelola bernama Nova Marlin, memberikan jawaban singkat dalam bahasa Sunda.

“Cobi ka kepala sekolah weh pak, abdi mah hanya strukturalna, pados waleranna pasti, masalahna kan aya nu nginduk ti palihan wil bbl siswa teh,” tulis Nova Marlin melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya siswa yang “menginduk” atau terdaftar dari wilayah lain. Namun saat awak media kembali mempertanyakan secara detail terkait jumlah siswa yang menginduk, asal sekolah, serta dasar legalitas pendataan tersebut, Nova Marlin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Upaya konfirmasi kemudian dilanjutkan kepada Kepala Sekolah SMP IT Al Akhtar Pakenjeng, Ayi Abdulrohman. Namun sangat disayangkan, pesan WhatsApp yang dikirim awak media tidak mendapat balasan. Bahkan saat dilakukan panggilan melalui WhatsApp Call, pihak kepala sekolah tidak mengangkat telepon.

Sikap bungkam tersebut memunculkan dugaan bahwa pihak sekolah sengaja menghindari klarifikasi publik terkait persoalan Dana BOS yang kini tengah menjadi sorotan masyarakat.

Sejumlah warga sekitar menyebutkan Jumlah siswa yang tercantum dalam sistem penerima dana BOS. Pasalnya, aktivitas belajar mengajar yang terlihat setiap hari tidak menunjukkan jumlah murid yang mencapai ratusan orang.

“Kami sering lihat ke sekolah itu, muridnya tidak banyak, paling puluhan saja. Kalau sampai seratus lebih mah jelas aneh,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dana BOS sendiri merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi peningkatan mutu pendidikan, operasional sekolah, serta menunjang proses belajar mengajar. Jika benar terjadi manipulasi data siswa, maka hal tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai dunia pendidikan.

Praktik mark’up data peserta didik dalam pencairan Dana BOS dapat masuk ke ranah pelanggaran administratif hingga pidana, sebagaimana diatur dalam peraturan pengelolaan keuangan negara dan tindak pidana korupsi.

Kami meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Inspektorat Daerah, Kejaksaan Negeri Garut, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap SMP IT Al Akhtar Pakenjeng.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP IT Al Akhtar Pakenjeng maupun Kepala Sekolah Ayi Abdulrohman belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan mark’up jumlah siswa dan penggunaan Dana BOS Tahap I Tahun 2025.

Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan demi menjaga prinsip keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik.

Biro Garut

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polantas Menyapa di Satpas Karanganyar, Satlantas Berikan Panduan Lengkap Pembuatan SIM kepada Masyarakat
Tradisi Hajatan Bulan Besar dan Tantangan Ekonomi Guru Menjelang Tahun Ajaran Baru
Diduga Cemari Lingkungan, Gudang Pengolahan Ikan Milik Pangulu Panombean Pane Disorot: Wartawati Nyaris Terjungkal Diduga Didorong Pekerja
PDI Perjuangan Kendal Gelar Berbagai Aksi untuk Mengenang Jasa Bung Karno
Makanan Program Gizi untuk Siswa Diduga Tercemar Belatung, SPPG Pamulihan 2 Jadi Sorotan
Warga Lubuklinggau ulu barat ll Bantuan Sembako Di Duga Salah Sasaran Yang Mampu Dapat Janda miskin terlupakan
Ribuan Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 2026, Pererat Sinergi Polri dan Masyarakat Purworejo
Ikuti turnamen Mobile Legend Kapolda Jateng Cup 2026, Polres Semarang turunkan 2 Tim.
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:39 WIB

Polantas Menyapa di Satpas Karanganyar, Satlantas Berikan Panduan Lengkap Pembuatan SIM kepada Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tradisi Hajatan Bulan Besar dan Tantangan Ekonomi Guru Menjelang Tahun Ajaran Baru

Senin, 15 Juni 2026 - 06:38 WIB

Diduga Cemari Lingkungan, Gudang Pengolahan Ikan Milik Pangulu Panombean Pane Disorot: Wartawati Nyaris Terjungkal Diduga Didorong Pekerja

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:13 WIB

PDI Perjuangan Kendal Gelar Berbagai Aksi untuk Mengenang Jasa Bung Karno

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:20 WIB

Makanan Program Gizi untuk Siswa Diduga Tercemar Belatung, SPPG Pamulihan 2 Jadi Sorotan

Berita Terbaru