Kepala Kejari Banyumas Tegaskan: Tuntutan 3 Bulan Penjara Nyata, Bukan Percobaan

- Kontributor

Sabtu, 19 September 2026 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas, Tribuncakranews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyumas, *Bambang Sunoto, S.H., M.H.,* melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) *Amanda Adelina, S.H., M.H.,* meluruskan informasi yang berkembang terkait kasus penganiayaan terhadap mahasiswa Universitas Harapan Bangsa (UHB), *Edgina Ranggar Kananta.*

Kejari menegaskan, tuntutan terhadap terdakwa adalah *pidana penjara nyata selama 3 bulan*, bukan hukuman percobaan seperti narasi yang disampaikan pihak keluarga korban.

*Klarifikasi Resmi Kejaksaan*

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi ini disampaikan langsung atas arahan Kajari Banyumas untuk meluruskan fakta hukum agar tidak terjadi disinformasi di masyarakat.

“Apa yang disampaikan oleh pihak ibu korban itu tidak benar. Kami tegaskan tuntutan yang diajukan bukan hukuman percobaan, melainkan penjara nyata sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Kasi Pidum Amanda Adelina.

*Alasan Tuntutan 3 Bulan: Mekanisme Perkara Ringan*

Kejari menjelaskan, perkara ini dikategorikan sebagai penganiayaan ringan dengan ancaman maksimal 2 tahun 6 bulan penjara.

Sesuai KUHP dan KUHAP terbaru, perkara dengan ancaman di bawah 3 tahun *wajib* melalui mekanisme *Mediasi Perkara Ringan (MKR)*. Proses mediasi tersebut telah diupayakan sejak tingkat kepolisian hingga pengadilan, namun tidak tercapai kesepakatan damai.

Baca Juga:  Diduga Bangunan Industri Pengolahan Daging Melebar ke Bantaran Sungai, LSM APRI Soroti CV Super Rasa di Ungaran Barat

Karena terdakwa mengakui seluruh dakwaan secara jujur dan terbuka, perkara diproses melalui *jalur pemeriksaan cepat (speedy trial)*. Dalam mekanisme ini, penuntut umum dapat menyesuaikan tuntutan di bawah ancaman maksimal, selama tetap berupa pidana pokok.

Tanggapi Kekecewaan Keluarga Korban*

Terkait kekecewaan keluarga korban yang menilai tuntutan terlalu ringan dan tidak mempertimbangkan trauma korban, Kejaksaan menyatakan telah memberikan penjelasan sejak awal mengenai potensi MKR dan konsekuensi hukumnya.

Kejaksaan mengimbau agar setiap pernyataan yang disampaikan ke publik didasarkan pada fakta hukum yang utuh untuk mencegah keresahan dan hoaks.

Sementara terkait isu sikap kampus UHB yang dinilai pasif, Kejari menegaskan hal tersebut merupakan ranah kebijakan internal kampus dan terpisah dari proses pidana yang sudah berjalan profesional.

Saat ini Kejaksaan Negeri Banyumas masih menunggu petunjuk pimpinan terkait Upaya hukum selanjutnya dan berkomitmen menjaga transparansi proses hukum.

 

( Iwan/ Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ikhtiar Spiritual, Polres Semarang gelatlr Khataman Al-Qur’an dan santuni Yatim Piatu.
Polres Purworejo Amankan 24 Remaja Diduga Terlibat Aksi Konvoi Bersenjata Tajam, Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan
TK Pertiwi Krikilan Tak Terpasang Papan Proyek, Dua TK Lain Terima Bantuan Apbn Ratusan Juta: Kementerian Diminta Buka Data
Menatap Atap yang Hampir Ambruk: Kisah Ibu An An, Janda Dhuafa di Garut yang Bertaruh Nyawa di Rumah Tak Layak Huni
Lima Bulan Dilanda Kekeringan, Air Bersih Jadi Mahal! Kapolres Sragen Turun Langsung Salurkan 5 Tangki di Dua Desa Sumberlawang
Polres Gunungkidul Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Dengan Modus Truk Boks Modifikasi dan Plat Nomor Palsu
Polres Gunungkidul Ungkap Kasus Dugaan Penyalahgunaan Pengangkutan BBM
Kenang Jasa Para Pendiri, Kapolres Karanganyar Bersama Forkopimda Ziarah Peringati Hari Jadi ke-109
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:38 WIB

Ikhtiar Spiritual, Polres Semarang gelatlr Khataman Al-Qur’an dan santuni Yatim Piatu.

Jumat, 6 November 2026 - 11:33 WIB

Polres Purworejo Amankan 24 Remaja Diduga Terlibat Aksi Konvoi Bersenjata Tajam, Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan

Jumat, 6 November 2026 - 09:10 WIB

TK Pertiwi Krikilan Tak Terpasang Papan Proyek, Dua TK Lain Terima Bantuan Apbn Ratusan Juta: Kementerian Diminta Buka Data

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

Menatap Atap yang Hampir Ambruk: Kisah Ibu An An, Janda Dhuafa di Garut yang Bertaruh Nyawa di Rumah Tak Layak Huni

Kamis, 5 November 2026 - 19:41 WIB

Lima Bulan Dilanda Kekeringan, Air Bersih Jadi Mahal! Kapolres Sragen Turun Langsung Salurkan 5 Tangki di Dua Desa Sumberlawang

Berita Terbaru