Kontroversi Venice Aesthetic Clinic Memanas, Dugaan Cedera Saraf dan Minimnya Transparansi Jadi Sorotan

- Kontributor

Rabu, 15 April 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, Tribuncakranews.com – Sorotan terhadap Venice Aesthetic Clinic terus menguat setelah mencuat polemik dugaan cedera saraf yang dialami seorang pasien usai menjalani tindakan medis. Kasus ini memicu perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan serius terkait standar keselamatan dalam prosedur estetika.

Untuk memperoleh kejelasan, tim awak media Faktanusantara mendatangi gedung Venice Aesthetic Clinic guna meminta keterangan langsung dari pihak manajemen terkait pemberitaan yang beredar. Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat. Rabu, 15/4/2026.

Namun, saat upaya konfirmasi dilakukan, awak media hanya ditemui seorang perwakilan yang memperkenalkan diri sebagai Chen-Chen, koordinator karyawan di klinik tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh pertanyaan terkait kasus yang mencuat harus disampaikan melalui kuasa hukum klinik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pihak manajemen telah sepakat menerapkan sistem satu pintu dalam memberikan keterangan kepada publik. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut dan menyarankan media menghubungi penasihat hukum yang akan ditunjuk.

Sikap tersebut menuai kekecewaan dari tim media karena tidak memperoleh penjelasan langsung dari pihak manajemen. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persepsi kurangnya keterbukaan dalam menghadapi persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.

Di tengah tudingan “pemerasan” yang disebutkan pihak klinik, perhatian publik justru tertuju pada kondisi medis pasien. Dugaan cedera saraf menjadi isu utama yang dinilai tidak bisa diabaikan dan membutuhkan penjelasan medis yang transparan.

Pihak pasien juga mengungkapkan bahwa proses mediasi yang diharapkan berjalan kondusif justru berlangsung tegang. Kehadiran kuasa hukum klinik dalam proses tersebut disebut membuat suasana menjadi kurang nyaman dan menjauh dari upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

Sementara itu, pihak klinik tetap membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka dan menyebut adanya tekanan dari pihak pasien. Meski demikian, perdebatan tersebut belum mampu meredam perhatian publik terhadap aspek keselamatan pasien.

Kasus ini kini berkembang menjadi perhatian yang lebih luas, tidak hanya sebatas sengketa antara dua pihak. Publik mulai menuntut transparansi, profesionalitas tenaga medis, serta jaminan keamanan dalam layanan estetika.

Peristiwa ini pun menjadi momentum penting untuk mengevaluasi praktik layanan kecantikan, agar tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

(***)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Cepat Tim Damkar Garut Gagalkan Amukan Si Jago Merah di Margawati, Aset Miliaran Rupiah dan 14 Jiwa Selamat!
Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo
Musim Kemarau Tiba, Polsek Mekarmukti Polres Garut Imbau Warga Waspada Kebakaran
Lapas Pati Gandeng Dinas Kesehatan dan Dokter Polresta Pati Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Petugas dan Warga Binaan
Pria Asal Demak Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Kudus, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Gunungkidul Perkuat Kolaborasi Percepat Penurunan Stunting, Prevalensi Turun Jadi 16,62 Persen
Wali Kota Jakarta Timur Donorkan Darah pada Peringatan HUT ke-58 BPJS Kesehatan
Anggota Satgas TMMD, Ormas, Linmas & Masyarakat Tancap Gas Kerjakan Pembongkaran Begesteng dan Pemerataan Tanah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:21 WIB

Aksi Cepat Tim Damkar Garut Gagalkan Amukan Si Jago Merah di Margawati, Aset Miliaran Rupiah dan 14 Jiwa Selamat!

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:19 WIB

Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:43 WIB

Musim Kemarau Tiba, Polsek Mekarmukti Polres Garut Imbau Warga Waspada Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:16 WIB

Lapas Pati Gandeng Dinas Kesehatan dan Dokter Polresta Pati Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Petugas dan Warga Binaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:36 WIB

Pria Asal Demak Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Kudus, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Berita Terbaru

Berita

Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:19 WIB