UNDIP, Senggi Kabupaten Keerom (4/11) – tribuncakranews.com
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 7 menggelar praktik pembuatan pupuk kompos sederhana melalui program Rumah Tani Trans di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu (10/10). Kegiatan ini melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, masyarakat, serta Patriot Perintis bidang peternakan untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai alternatif sumber bahan organik bagi lahan pertanian.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh tantangan pengelolaan limbah pertanian dan kebutuhan pupuk di kawasan transmigrasi. Sisa panen seperti jerami padi dan limbah jagung memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos, sehingga tidak hanya menjadi residu kegiatan budidaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem pertanian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui Rumah Tani Trans, TEP UNDIP menghadirkan ruang diskusi dan pembelajaran bersama petani untuk membahas permasalahan pertanian sekaligus memperkenalkan solusi yang dapat diterapkan menggunakan bahan lokal. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali sumber daya yang tersedia di lingkungan pertanian dan peternakan.
Dalam praktik pembuatan kompos, tim memanfaatkan jerami padi, limbah jagung, gedebog pisang, tanah sebagai bahan campuran, serta kotoran sapi. Proses pengolahan juga menggunakan air cucian beras, molase, dan EM4 sebagai bahan pendukung pengomposan. Peserta diperkenalkan pada penggunaan bahan-bahan tersebut dan proses pencampurannya sebagai tahap awal penguraian bahan organik.
Kegiatan berlangsung secara partisipatif. Para petani tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan kompos dan berdiskusi mengenai komposisi bahan serta kemungkinan penerapannya menggunakan sumber daya yang tersedia di sekitar lahan pertanian.
Salah satu peserta, Udin, menanyakan kemungkinan mengganti molase dengan bahan dari tanaman tebu yang dimilikinya. Pertanyaan tersebut memperlihatkan perhatian petani terhadap penggunaan bahan lokal yang lebih mudah diperoleh. Pemanfaatan bahan berbasis tebu sebagai alternatif sumber gula dalam pembuatan larutan pendukung pengomposan dapat dipertimbangkan, tetapi memerlukan penyesuaian komposisi dan cara pengolahan.
Diskusi juga menyoroti persoalan akses pupuk bersubsidi di Senggi. Sumbara, selaku ketua PPL, menyampaikan bahwa sebagian masyarakat menghadapi kendala administratif, antara lain ketidaksesuaian data kependudukan dan persoalan persyaratan dokumen. Selain itu, keterbatasan kios pengecer pupuk menjadi tantangan dalam memperoleh pupuk untuk kebutuhan pertanian. Kondisi tersebut mendorong harapan agar pengembangan pupuk kompos dapat menjadi salah satu alternatif pendukung pemenuhan kebutuhan bahan pemupukan petani.
Pengolahan limbah menjadi kompos diperkenalkan sebagai salah satu bentuk penerapan pertanian sirkular, yakni mengembalikan bahan organik dari sisa produksi pertanian dan peternakan ke dalam sistem budidaya. Meski demikian, bahan hasil praktik masih memerlukan proses penguraian dan pematangan sebelum dapat digunakan pada tanaman. Kompos juga diposisikan sebagai sumber bahan organik dan unsur hara yang pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanah serta tanaman.
Sebagai tindak lanjut, TEP UNDIP merencanakan pembangunan rumah kompos sebagai tempat pengolahan dan penampungan bahan organik. Fasilitas tersebut direncanakan berada di dekat mini ranch agar lebih mudah terhubung dengan penyediaan kotoran sapi sebagai salah satu bahan baku pengomposan.
Melalui Rumah Tani Trans, TEP UNDIP menghubungkan diskusi dan praktik pertanian dengan kebutuhan warga Senggi. Kolaborasi bersama PPL, kelompok tani, masyarakat, dan Patriot Perintis ini diharapkan mengawali pengolahan limbah organik secara berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus mendukung pencapaian SDGs, terutama SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui ekonomi sirkular dan SDG 15 (Ekosistem Darat) dalam menjaga kesuburan tanah.
TCN














