Pekalongan, tribuncakranews.com // Rabu (21/01/2025) — Maraknya keberadaan sejumlah Warung Aceh di beberapa titik wilayah Kota Pekalongan yang diduga menjual obat-obatan terlarang secara bebas terus meresahkan masyarakat. Beberapa jenis obat keras yang dilaporkan beredar antara lain Tramadol, Eximer, Yarindo, dan Trihexyphenidyl, yang merupakan obat daftar G dan hanya boleh diperjualbelikan dengan resep dokter.
Laporan masyarakat terkait aktivitas tersebut mendorong Tim Media melakukan penelusuran langsung ke sejumlah lokasi. Hasil investigasi menunjukkan bahwa dugaan praktik penjualan obat terlarang itu benar terjadi di sejumlah kawasan, bahkan di siang hari secara terang-terangan hingga larut malam.
Salah satu temuan berada di Jalan Raya Tirto, Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, di mana sebuah warung yang berkedok toko sembako ternyata diduga memperjualbelikan obat-obatan terlarang. Temuan serupa juga terdapat di beberapa titik sepanjang jalur Pantura Pekalongan.
Meresahkan Warga dan Mengancam Generasi Muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat mengaku khawatir, terlebih para orang tua yang memiliki anak remaja. Banyak laporan bahwa pelajar di bawah umur dapat membeli obat-obatan tersebut tanpa kontrol, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif yang serius bagi masa depan generasi muda.
Dugaan Keterlibatan Oknum
Warga juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang diduga membekingi operasional salah satu warung tersebut. Informasi dari masyarakat menyebut dua nama oknum anggota aktif yang diduga terlibat. Namun demikian, kebenaran informasi ini memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh aparat penegak hukum untuk memastikan validitasnya.
Aspek Hukum
Penjualan obat keras daftar G tanpa izin resmi dapat dijerat Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara.
Sebagai bagian dari kontrol sosial, Tim Awak Media akan terus melakukan pemantauan dan peliputan di berbagai wilayah di Jawa Tengah demi melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat terlarang.
Harapan Kepada Aparat Penegak Hukum
Kami berharap pihak Polres Pekalongan, BNN, Pomdam/Denpom Jawa Tengah, serta Polda Jateng segera melakukan penyelidikan mendalam dan menindak tegas para pelaku peredaran obat-obatan ilegal ini, termasuk jika benar terdapat oknum aparat yang terlibat. (Red/Yandri)













