Kedatangan Awang ke Rumah Mata Jateng Sisakan Sejumlah Pertanyaan, dari Mobil hingga Sosok Wanita Muda

- Kontributor

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sragen, Tribuncakranews.com  — Kedatangan seorang pria bernama Awang ke kediaman pengelola Mata Jateng dan Berita Istana, Warsito, di wilayah Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Selasa malam (26/8/2026), menyisakan sejumlah pertanyaan.

Awang datang sekitar pukul 19.44 WIB dengan menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berwarna hitam. Ia datang bersama seorang wanita muda dan seorang rekannya.

Pertemuan tersebut disebut berkaitan dengan persoalan sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi AD 1184 BS yang sebelumnya diketahui berkaitan dengan kendaraan rental dan transaksi gadai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam percakapan dengan Warsito, Awang mengaku bahwa Honda Brio tersebut merupakan miliknya. Namun, keterangan berbeda disampaikan pihak Bima Mobil.

Berdasarkan informasi yang diterima, pihak Bima Mobil menyebut kendaraan tersebut berkaitan dengan seseorang bernama Adi yang berdomisili di wilayah Cantel.

Perbedaan keterangan mengenai kepemilikan kendaraan tersebut kemudian menjadi salah satu persoalan yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Selain persoalan kepemilikan, muncul pula informasi mengenai status administrasi kendaraan. Saat nomor polisi AD 1184 BS disebut dilakukan pengecekan melalui layanan Sakpole, data kendaraan dikabarkan tidak muncul.

Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai status kendaraan. Kepastian mengenai data dan status administrasi kendaraan tetap perlu dikonfirmasi melalui Samsat atau instansi yang berwenang.

 

Persoalan Mobil dan Dugaan Transaksi Gadai

Dalam pertemuan tersebut, Awang disebut meminta agar pihak yang sebelumnya melakukan transaksi gadai bertemu dengannya di Sragen.

“Iki piye mobil tak gawane, mengko seng gadai ben ketemu karo aku neng Sragen. Iki bojoku selak nyusui anaknya, wes rewel,” ujar Awang sebagaimana dituturkan dalam percakapan tersebut.

Warsito kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin ikut campur dalam persoalan mobil maupun transaksi gadai.

“Ojo, aku ora ngerti urusan mobil iki. Seng gadai wes tak telfon, iki wes perjalanan. Yen meh digowo, nunggu seng gadai teko dadi. Roso tanggung jawabku wes ora ono,” jawab Warsito.

Dalam pertemuan itu, Awang juga disebut menjelaskan bahwa kendaraan yang dibawanya merupakan mobil miliknya yang digunakan untuk usaha rental.

Namun, Warsito kemudian menunjukkan foto seorang pria bernama Manto yang disebut memiliki keterkaitan dengan kendaraan maupun persoalan gadai tersebut.

Ketika foto tersebut diperlihatkan, Awang disebut menyatakan tidak mengenal Manto.

Perbedaan keterangan itu membuat persoalan mengenai asal-usul kendaraan, kepemilikan, serta kaitannya dengan transaksi gadai masih membutuhkan penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat.

 

Wanita Muda yang Datang Bersama Awang

Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan seorang wanita muda yang datang bersama Awang.

Wanita tersebut mengenakan pakaian berwarna hitam. Dalam percakapan di lokasi, wanita itu meminta agar kendaraan segera dibawa dengan alasan anaknya sedang menangis.

“Cepet, Mas, iki mobile tak gawane, anakku selak nangis,” ujar wanita tersebut.

 

Awang disebut memperkenalkan wanita itu sebagai istrinya.

Namun, keterangan mengenai identitas dan hubungan wanita tersebut dengan Awang belum dapat diverifikasi secara independen.

Informasi lain yang berkembang menyebut wanita tersebut memiliki keterkaitan dengan institusi militer dan disebut masih aktif sebagai anggota Kodim. Akan tetapi, keterangan mengenai status kedinasan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi kepada institusi terkait.

Baca Juga:  Pengukuhan Pengurus Pencak Silat Militer (PSM) Provinsi Jateng dan DIY di Makodam IV/Diponegoro

Karena itu, informasi tersebut masih sebatas keterangan yang beredar dan tidak dapat dijadikan kesimpulan sebelum ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan maupun institusi terkait.

 

Muncul Perbedaan Keterangan

Persoalan mengenai identitas wanita tersebut semakin menjadi perhatian setelah Warsito menunjukkan sebuah video yang menampilkan Awang bersama seorang pria dan wanita muda.

 

Wanita yang berada dalam video tersebut disebut sebagai istri Awang.

Namun, ketika video diperlihatkan kepada seseorang yang disebut mengetahui kehidupan pribadi Awang, muncul keterangan berbeda. Orang tersebut menyatakan bahwa wanita muda dalam video itu bukan istri Awang.

Perbedaan informasi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai siapa sebenarnya wanita yang datang bersama Awang ke kediaman Warsito.

Seorang narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, persoalan tersebut perlu diklarifikasi agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

“Kalau memang yang bersangkutan anggota TNI, tentu harus memahami aturan dan kewajiban yang melekat sebagai prajurit. Karena itu, identitas dan hubungan dengan perempuan tersebut perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” ujar narasumber.

Narasumber juga menyinggung nilai-nilai yang terkandung dalam Sapta Marga dalam konteks jati diri dan kewajiban prajurit TNI.

Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan bukan kesimpulan mengenai status kedinasan maupun hubungan pribadi pihak-pihak yang berada dalam video.

 

Joko dan Rekan Datang ke Lokasi

Sekitar pukul 20.52 WIB, seorang warga bernama Joko dari wilayah Mantingan bersama dua rekannya datang ke kediaman Warsito.

Dalam perkembangan selanjutnya, Joko dan rekannya disebut diajak Awang menuju rumah seseorang bernama Manto yang disebut sebagai kakaknya.

Sebelumnya, Awang disebut menyampaikan bahwa apabila persoalan tersebut berkaitan dengan uang gadai sebesar Rp10 juta, Manto akan ikut bertanggung jawab.

Namun, setelah rombongan tiba di rumah Manto, persoalan tersebut disebut belum berujung pada pengembalian uang kepada pihak yang sebelumnya disebut sebagai penggadai.

 

Masih Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait

Dari rangkaian peristiwa tersebut, setidaknya terdapat sejumlah hal yang masih membutuhkan klarifikasi, terutama mengenai kepemilikan Honda Brio AD 1184 BS, status administrasi kendaraan, riwayat kendaraan, serta kaitannya dengan transaksi gadai.

Keterangan Awang yang mengaku sebagai pemilik kendaraan berbeda dengan informasi dari pihak Bima Mobil yang menyebut kendaraan tersebut berkaitan dengan Adi.

Selain itu, identitas dan hubungan wanita muda yang datang bersama Awang juga masih membutuhkan penjelasan dari pihak yang bersangkutan.

Mata Jateng masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Awang, Adi, pihak Bima Mobil, Manto, serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

Khusus mengenai informasi yang menyebut adanya keterkaitan dengan anggota TNI, konfirmasi resmi kepada institusi terkait juga diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Berita ini disusun berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan. Informasi yang belum terverifikasi secara independen tetap ditempatkan sebagai keterangan atau dugaan dan bukan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana maupun pelanggaran hukum.

Media memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini. Setiap pihak berhak menyampaikan bantahan, penjelasan, maupun informasi pembanding sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Warsito Mata Jateng / SMSI Jateng

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Instruksi Presiden, Tim Alfa TNI Terjun dari Udara Buru Titik Panas Padamkan Bara Karhutla Way Kambas
Lantunan Shalawat di Tengah Keasrian Alam: Komunitas Radio RJ Sukses Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Berikan Bantuan Mushaf Al-Quran 
Satreskrim Unit 2 Polres Jepara Gerebeg Gudang Penimbunan diduga BBM Jenis Solar Bersubsidi di Desa Banjar Agung Bangsri Jepara.
Tudingan Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Berujung Klarifikasi Habibur Rochman
Permasalahan Pajak Kendaraan dan Miskomunikasi Diselesaikan Secara Kekeluargaan, FWJ Jateng Dan Bintang Romadhon Kembali Bersinergi
Klarifikasi Mantan Ketua Masjid As-Salam Lubuklinggau, Sebut Chat Viral Hanya Candaan
Klarifikasi dan Hak JawabvTerkait Pemberitaan Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Cilosari
Diduga “Jual Janji” Bebaskan Tahanan Narkoba Rp200 Juta, Oknum Pengacara Resmi Dipolisikan ke Polda Sumut
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Kedatangan Awang ke Rumah Mata Jateng Sisakan Sejumlah Pertanyaan, dari Mobil hingga Sosok Wanita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Instruksi Presiden, Tim Alfa TNI Terjun dari Udara Buru Titik Panas Padamkan Bara Karhutla Way Kambas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Lantunan Shalawat di Tengah Keasrian Alam: Komunitas Radio RJ Sukses Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Berikan Bantuan Mushaf Al-Quran 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Satreskrim Unit 2 Polres Jepara Gerebeg Gudang Penimbunan diduga BBM Jenis Solar Bersubsidi di Desa Banjar Agung Bangsri Jepara.

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Tudingan Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Berujung Klarifikasi Habibur Rochman

Berita Terbaru