SRAGEN, JATENG Tribuncakranews. com — Peristiwa tragis terjadi di lingkungan pendidikan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang pelajar SMP berinisial WAP (14) meninggal dunia usai terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya di lingkungan SMP Negeri 2 Sumberlawang, Selasa (7/4/2026) pagi.
Insiden yang berujung maut itu kini ditangani intensif oleh Polsek Sumberlawang Polres Sragen. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian.
Kapolres Sragen melalui Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus itu masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, telah terjadi peristiwa kekerasan yang melibatkan anak di wilayah hukum Polsek Sumberlawang. Saat ini perkara masih dalam penanganan lebih lanjut,” kata AKP Sudarmaji, Selasa sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat suasana sekolah tengah memasuki jam pelajaran kosong.
Pada saat itu, sejumlah siswa berada di luar kelas dan berkumpul di sekitar area sekolah. Di tengah situasi tersebut, terjadi adu mulut antara korban WAP dan pelajar lain berinisial DTP (14) yang juga merupakan siswa kelas VIII di sekolah yang sama.
Menurut keterangan awal yang diperoleh polisi dari para saksi, percekcokan dipicu oleh saling ejek di antara keduanya. Ucapan yang dilontarkan korban diduga memancing emosi pelaku, hingga situasi yang semula berupa canda atau sindiran berubah menjadi ketegangan serius.
Perdebatan lisan itu kemudian meningkat menjadi tantangan berkelahi. Keduanya lantas terlibat kontak fisik di area kamar mandi sekolah yang berada di lingkungan SMPN 2 Sumberlawang, Dukuh Brontok, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mendapati bahwa dalam insiden tersebut sempat terjadi aksi saling pukul dan tendang antara kedua siswa.
Terduga pelaku disebut sempat melayangkan tamparan ke bagian kepala korban. Korban kemudian membalas dengan tendangan ke arah tubuh lawannya.
Situasi yang sudah memanas itu berlanjut ketika pelaku kembali memberikan tendangan keras yang diduga mengenai bagian ulu hati korban.
Usai terkena tendangan, korban dilaporkan langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Melihat kondisi korban yang mendadak lemas dan tidak merespons, sejumlah siswa lain yang berada di sekitar lokasi langsung panik.
Mereka kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Tak lama kemudian, pihak guru dan sekolah segera mengambil langkah cepat dengan membawa korban ke fasilitas kesehatan Puskesmas Sumberlawang, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah segera melaporkan insiden itu ke Polsek Sumberlawang. Polisi menerima laporan sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Petugas kemudian melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan resmi, mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara, hingga melakukan koordinasi dengan tenaga medis dan tim identifikasi.
Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Inafis Polres Sragen untuk mendalami penyebab pasti kematian korban serta mengumpulkan petunjuk-petunjuk di lokasi.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sragen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kepentingan autopsi guna memastikan sebab kematian secara medis dan ilmiah.
Dalam penanganan kasus ini, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Para saksi tersebut merupakan rekan-rekan sekolah korban dan pelaku yang diduga melihat langsung awal hingga puncak peristiwa.
Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji menegaskan bahwa seluruh proses hukum akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku, sembari tetap memperhatikan aspek perlindungan anak.
“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap seluruh keterangan saksi maupun alat bukti yang ada. Proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami apakah ada faktor lain yang turut memicu insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya konflik sebelumnya di antara para siswa.
Dia menegaskan, peristiwa ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan, khususnya terkait pengawasan terhadap interaksi antar siswa di lingkungan sekolah.
Insiden yang awalnya dipicu persoalan sepele dan ejekan antarpelajar itu berujung pada hilangnya satu nyawa.
AKP Sidarmaji juga mengimbau agar seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua, meningkatkan pengawasan dan pembinaan karakter anak, khususnya dalam hal pengendalian emosi, penyelesaian konflik, serta pencegahan perundungan dan kekerasan fisik di lingkungan pendidikan.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Sumberlawang Polres Sragen.













