PT.IKN( Inovasi Kota Nusantara) Rawalo Banyumas Harus Tetap Jalankan Keputusan Tutup Sementara 

- Kontributor

Kamis, 17 September 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas, Tribuncakranews.com – 

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan proses perizinan tidak dapat menjadi jalan pintas untuk melegalkan pembangunan di atas lahan yang berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

“Kalau sudah LSD, tidak bisa hanya karena sedang mengurus izin kemudian dianggap boleh,” kata Sadewo, Kamis (17/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu disampaikan di tengah polemik pembangunan pabrik PT Inovasi Kota Nusantara (PT IKN) di Desa Losari, Kecamatan Rawalo. Sebagian lahan yang masuk dalam rangkaian tapak pabrik disebut Pemerintah Desa Losari berstatus zona hijau atau LSD.

Sadewo mengatakan persoalan tersebut sebenarnya telah ia ketahui sejak sebelum dilantik. Setelah menjabat, ia mengaku berupaya mencari jalan keluar hingga meminta kebijakan Kementerian Pertanian agar lahan berstatus LSD dapat dialihkan dengan kewajiban mencetak sawah pengganti.

Namun upaya itu tidak menemukan jalan keluar. Menurut Sadewo, perubahan status LSD bukan kewenangan pemerintah kabupaten semata.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak dapat mengandalkan janji pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan tata ruang. Apalagi, menurut dia, telah ada komitmen tertulis dari pihak pengembang agar tidak mengulangi pelanggaran.

“Kalau memang harus bergeser, ya bergeser. Tidak bisa siapa pun menjanjikan LSD bisa diubah begitu saja,” ujarnya.

Persoalan menjadi krusial karena riwayat pembelian tanah menunjukkan lahan tidak dikuasai sekaligus. Menurut Kasi Pemerintahan Desa Losari Istanto, lahan depan dibeli pada 2024 dan disebut bukan LSD. Setahun kemudian, lahan di belakangnya dibeli dan disebut masuk zona hijau atau LSD.

Baca Juga:  Dampak Peralihan Pengelolaan ke APBD, Operasional Trans Banyumas Dihentikan Sementara Mulai 30 Agustus 2026

Pembebasan lahan tersebut melibatkan tim yang terdiri atas Kepala Desa Losari, Istanto, dua anggota BPD, serta Adi Gondrong yang disebut sebagai perwakilan PT IKN.

Pada saat yang sama, terdapat perbedaan antara luas lahan yang disebut dikuasai perusahaan dan dokumen tata ruang. PT IKN disebut menguasai sekitar 40.000 meter persegi, sedangkan PKKPR Nomor 09022610313302046 mencantumkan 24.485 meter persegi. Selisihnya lebih dari 15.000 meter persegi.

Perbedaan itu membuat persoalan tidak berhenti pada soal izin bangunan. Status dan peruntukan seluruh bidang tanah yang dikuasai perusahaan perlu dipastikan, terutama bagian yang disebut berada dalam kawasan pertanian atau KP2B/LSD.

Sadewo menegaskan investasi tidak menghapus kewajiban mematuhi tata ruang.

Jika sebagian tapak pabrik memang berdiri di atas LSD, maka persoalannya bukan sekedar apakah izin sedang diproses. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana lahan yang dilindungi itu bisa masuk ke dalam rangkaian penguasaan dan rencana pembangunan industri.

Pemerintah, kata Sadewo, tidak akan membiarkan proses investasi berjalan dengan mengabaikan status lahan.

“Kalau izinnya memang bisa keluar, iltu tergantung proses dan kewenangannya. Tetapi kalau lahannya LSD, ketentuannya tetap harus dipenuhi,” katanya.

 

( Iwan/Red )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perluas Kontribusi Global Atasi Krisis Lingkungan, UNDIP Gandeng Celvera Biosystems Singapura dalam Proyek Riset “Blue Java”
Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Pemakaman Militer Kru Heli MI-17 yang Gugur Saat Misi Karhutla
Melalui Rumah Tani Trans, TEP UNDIP Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Kompos di Senggi
Ikhtiar Spiritual, Polres Semarang gelatlr Khataman Al-Qur’an dan santuni Yatim Piatu.
Polres Purworejo Amankan 24 Remaja Diduga Terlibat Aksi Konvoi Bersenjata Tajam, Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan
TK Pertiwi Krikilan Tak Terpasang Papan Proyek, Dua TK Lain Terima Bantuan Apbn Ratusan Juta: Kementerian Diminta Buka Data
Menatap Atap yang Hampir Ambruk: Kisah Ibu An An, Janda Dhuafa di Garut yang Bertaruh Nyawa di Rumah Tak Layak Huni
Lima Bulan Dilanda Kekeringan, Air Bersih Jadi Mahal! Kapolres Sragen Turun Langsung Salurkan 5 Tangki di Dua Desa Sumberlawang
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Perluas Kontribusi Global Atasi Krisis Lingkungan, UNDIP Gandeng Celvera Biosystems Singapura dalam Proyek Riset “Blue Java”

Jumat, 6 November 2026 - 12:47 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Pemakaman Militer Kru Heli MI-17 yang Gugur Saat Misi Karhutla

Jumat, 6 November 2026 - 12:45 WIB

Melalui Rumah Tani Trans, TEP UNDIP Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Kompos di Senggi

Jumat, 6 November 2026 - 11:38 WIB

Ikhtiar Spiritual, Polres Semarang gelatlr Khataman Al-Qur’an dan santuni Yatim Piatu.

Jumat, 6 November 2026 - 11:33 WIB

Polres Purworejo Amankan 24 Remaja Diduga Terlibat Aksi Konvoi Bersenjata Tajam, Kedepankan Pembinaan dan Pendidikan

Berita Terbaru