Sinergi TNI AU dan APTRI Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Tebu Nasional 2026

- Kontributor

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surakarta, Tribuncakranews.com – Lanud Adi Soemarmo bersama Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mematangkan persiapan pelaksanaan Panen Raya Tebu TNI Angkatan Udara secara serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung program swasembada gula. Rabu, (10/06/26) Kemarin.

Persiapan panen raya dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Lanud Adi Soemarmo, melibatkan unsur pejabat Lanud Adi Soemarmo, pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi petani tebu rakyat, hingga perwakilan APTRI dari wilayah Boyolali dan Karanganyar.

Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsekal Pertama TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han, yang diwakili oleh Kepala Dinas Teritorial Lanud Adi Soemarmo Kolonel Lek Amrico, S.T., M.Han, dalam sambutannya mengatakan bahwa, panen raya tebu merupakan momentum penting yang menunjukkan keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaksanaan panen tebu TNI Angkatan Udara secara serentak merupakan momentum penting yang menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara satuan TNI AU, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat,” ujar Danlanud.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membuktikan bahwa aset dan sumber daya yang dimiliki TNI AU dapat dikelola secara produktif serta memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam paparan rencana kerja sama antara

Lanud Adi Soemarmo dan APTRI program pembinaan petani tebu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Selain itu, program tersebut bertujuan memperkuat sinergi sektor pertanian dengan TNI Angkatan Udara dalam mendukung pembangunan wilayah serta ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan, luas total lahan tebu binaan yang menjadi bagian dari program mencapai 2.490,02 hektare. Lahan tersebut terdiri atas 10 hektare wilayah inti Lanud Adi Soemarmo, 193 hektare wilayah penyangga yang tersebar di Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo, serta 2.343,32 hektare wilayah binaan teritorial Lanud Adi Soemarmo yang mencakup Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Baca Juga:  Gudang Miras PT AKP Lubuklinggau Disorot, Konfirmasi Media Berujung Pemblokiran WhatsApp

Dari lahan tersebut, wilayah inti Lanud Adi Soemarmo diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 800 ton tebu yang akan disalurkan ke Pabrik Gula Mojo Sragen. Sementara wilayah penyangga diproyeksikan menghasilkan sekitar 12.060 ton tebu.

Pada tahun ini, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi produktivitas tanaman. Meskipun demikian, melalui penerapan budidaya yang baik dan pengelolaan yang optimal, capaian produksi diharapkan tetap memenuhi target yang telah ditetapkan.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan mengenai pembentukan tim koordinasi terpadu, penetapan kelompok tani prioritas, serta penyusunan program pendampingan berkelanjutan setelah panen raya berlangsung.

Kadister Lanud Adi Soemarmo, menekankan pentingnya persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektor guna menjamin kelancaran pelaksanaan panen raya. Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengutamakan aspek keselamatan kerja selama proses panen berlangsung.

“Dengan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komunikasi yang efektif, saya yakin kegiatan panen dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan mencapai hasil yang optimal,” ujarnya.

Melalui sinergi antara APTRI, pemerintah daerah, pabrik gula, dan TNI Angkatan Udara, panen raya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas tebu dan kesejahteraan petani, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target swasembada gula nasional dan ketahanan pangan Indonesia.

Pada Juli 2026, kegiatan panen raya akan digelar secara serentak di sejumlah lokasi di Indonesia. Lanud Adi Soemarmo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan panen raya, sedangkan Lanud Abdulrachman Saleh (ABD) Malang ditetapkan sebagai lokasi utama yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan panen raya serentak.

(Pen Lanud Smo)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penguatan Kompetensi Menulis Akademik dan Publikasi Digital Serdik Sespimmen
Kabapas Pati Tak Mau Redup, Terus Menyala Menebar Manfaat Lewat Ruang Akademik
Dua Hari Setelah Viral, KK Endang Akhirnya Terbit; Bupati Turun Tangan, Camat Sidak Desa Temboro
Pohon Mangga Lapuk Tumbang Tutup Jalan Raya Pamengpeuk, UPT Damkar Pamengpek Gerak Cepat Lakukan Evakuasi
Warga Tunggul Pandean Mengajukan Gugatan Di Pengadilan Negeri Jepara 
Satpolairud Polresta Pati Gelar Aksi Cek Kesehatan Berlayar, Pastikan ABK Siap Melaut dengan Aman
Satbinmas Polresta Pati Perkuat Cooling System Lewat Sambang Tokoh Masyarakat dan Sosialisasi Call Center 110
Kades Tabunio Minta Maaf Terkait Pernyataan “BBM Subsidi Baik-Baik Saja Sepakati 7 Poin dengan Nelayan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:46 WIB

Penguatan Kompetensi Menulis Akademik dan Publikasi Digital Serdik Sespimmen

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:05 WIB

Kabapas Pati Tak Mau Redup, Terus Menyala Menebar Manfaat Lewat Ruang Akademik

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:56 WIB

Sinergi TNI AU dan APTRI Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Tebu Nasional 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:39 WIB

Dua Hari Setelah Viral, KK Endang Akhirnya Terbit; Bupati Turun Tangan, Camat Sidak Desa Temboro

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:28 WIB

Pohon Mangga Lapuk Tumbang Tutup Jalan Raya Pamengpeuk, UPT Damkar Pamengpek Gerak Cepat Lakukan Evakuasi

Berita Terbaru