SPBU Tombo Ati Sragen Bantah Dugaan Pungutan Tambahan, Tegaskan Layanan Sesuai Ketentuan

- Kontributor

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sragen, Tribuncakranews.com – Pengelola SPBU Tombo Ati 44.572.20 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pungutan tambahan serta praktik pengisian BBM yang tidak sesuai prosedur, Sabtu (28/3/2026).

Melalui keterangan mandor SPBU, Agus, pihaknya membantah seluruh tudingan tersebut dan menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar serta tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi dalam pemberitaan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak dilengkapi bukti,” ujar Agus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait pembelian BBM menggunakan jerigen, Agus menjelaskan bahwa hal tersebut diperbolehkan, namun hanya untuk jenis BBM non-subsidi, seperti Pertamax, yang dilayani melalui nozzle berwarna biru. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada biaya tambahan dalam proses tersebut.

“Pembelian menggunakan jerigen diperbolehkan khusus untuk Pertamax non-subsidi, dan itu juga dapat dibuktikan melalui rekaman CCTV. Tidak ada biaya tambahan apa pun,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh pelayanan di SPBU dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, serta tidak pernah ada praktik pungutan di luar harga resmi yang telah ditetapkan.

Menanggapi dugaan adanya kendaraan yang dimodifikasi untuk pengisian BBM dalam jumlah besar, Agus menyatakan bahwa hal tersebut tidak dapat disimpulkan tanpa bukti yang jelas.

Terkait penyaluran solar subsidi, pihak SPBU menegaskan bahwa pengisian dilakukan sesuai ketentuan, yakni menggunakan sistem barcode dan memperhatikan jenis kendaraan, serta menghindari pengisian berulang dalam waktu singkat.

“Di luar itu bukan kewenangan kami. Kami hanya melayani sesuai sistem dan prosedur yang ada,” tegasnya.

Pihak SPBU juga menyayangkan pemberitaan yang dinilai tidak melalui proses konfirmasi terlebih dahulu, sehingga berpotensi merugikan reputasi pihak pengelola.

“Kami sangat menyayangkan pemberitaan tanpa klarifikasi. Hal ini bisa berdampak pada nama baik SPBU,” tambah Agus.

Sebagai bentuk transparansi, pihak SPBU menyatakan siap menunjukkan rekaman CCTV apabila diperlukan untuk memastikan pelayanan di lapangan berjalan sesuai ketentuan.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang berimbang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Galian C Ilegal di Cepogo Boyolali Kian Terang-Terangan, Puluhan Dump Truck Antre Angkut Pasir, Legalitas Dipertanyakan
Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam
Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001
Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes
Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta
Danrem 072/Pamungkas Sambut kedatangan Panglima TNI di Lanud Adisutjipto
Pengelola Terkesan Kebal Hukum, Nelayan Kuala Tambangan Desak Audit Total SPBUN 68.708.003
Kasus Mafia BBM Subsidi Sapeken, Ditpolairud Polda Jatim Kumpulkan Pulbaket, Jerat Hukum Menanti Terlapor
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:46 WIB

Dugaan Galian C Ilegal di Cepogo Boyolali Kian Terang-Terangan, Puluhan Dump Truck Antre Angkut Pasir, Legalitas Dipertanyakan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:59 WIB

Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:53 WIB

Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:08 WIB

Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:44 WIB

Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta

Berita Terbaru