Garut, Tribuncakranews.com
Sebuah video singkat berdurasi sekitar 6 detik mendadak viral di jagat media sosial pada Senin (29/06/2026).
Video tersebut merekam detik-detik mencekam kebakaran yang melanda pemukiman warga di Kampung Babakan, Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman singkat yang beredar luas tersebut, kobaran api terlihat mulai melahap sebuah bangunan rumah.
LSuara histeris warga yang meminta pertolongan dan memanggil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terdengar jelas, menggambarkan situasi panik di lokasi kejadian.
Gerak Cepat Armada Damkar dan petugas PLN serta dari Pemerintah terkait
Tak butuh waktu lama setelah video tersebut beredar, raungan sirine mulai terdengar membelah jalanan.
Selang beberapa detik kemudian, mobil armada pemadam kebakaran dari UPT Wilayah 2 Bungbulang terlihat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju titik lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Langkah antisipasi cepat juga langsung diambil oleh petugas PLN. Guna menghindari korsleting masif dan bahaya sekunder bagi warga sekitar, petugas PLN di lapangan bergerak taktis mengamankan jalur instalasi listrik di area terdampak.
”Sinergi di lapangan sangat luar biasa. Begitu laporan masuk, semua unsur langsung bergerak membagi tugas demi meminimalisir dampak kerugian,” ujar salah seorang warga (R) di lokasi.
Banjir Apresiasi untuk Kekompakan Semua Unsur
Kekompakan dalam penanganan musibah ini tidak hanya datang dari petugas teknis. Pemerintah Desa Gunamekar dan Pemerintah Kecamatan Bungbulang dari berbagai unsur, bersama dengan para relawan setempat, langsung melakukan “gerak cepat” (gercep) menuju lokasi kejadian.
Para relawan dan pejabat kewilayahan bahu-membahu mengevakuasi warga sekitar serta membantu mengamankan barang-barang berharga.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab utama dari kebakaran tersebut maupun total kerugian materi yang dialami korban. Namun, aksi tanggap darurat yang ditunjukkan oleh Damkar, PLN, pemerintah setempat, dan para relawan mendapat apresiasi luas dari netizen yang melihat video perkembangan penanganan di media sosial.
(Enjang)













