Garut, Tribuncakranews.com
Ada pemandangan tak biasa dalam aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh aliansi relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Garut. Tak sekadar membawa spanduk dan berorasi, massa aksi secara kreatif memboyong seorang chef (juru masak profesional) langsung ke Halaman Gedung DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/7/2026).
Di tengah riuhnya suasana demo, sang chef tampak sibuk meracik dan menyajikan karya kuliner bergizi secara langsung di lokasi. Langkah unik ini sengaja dilakukan para relawan sebagai pembuktian konkret untuk mematahkan stigma negatif yang selama ini dituduhkan kepada program MBG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Karya dari chef yang kami hadirkan di sini membuktikan bahwa penilaian bahwa program MBG memiliki kualitas yang jelek adalah salah. Kami buktikan di sini kualitasnya sangat baik,” tegas salah seorang juru bicara aliansi relawan MBG Garut dalam orasinya.
Ia menambahkan, jika masih ada kelemahan dalam pelaksanaannya, relawan tidak menutup mata dan siap berkolaborasi demi tata kelola yang lebih baik ke depan.
Bupati Garut Tegaskan Dukungan Penuh
Aksi yang berlangsung tertib dan kreatif ini diterima langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Dalam sambutannya di hadapan massa aksi, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut mendukung penuh program strategis nasional yang menjadi salah satu janji kerja utama Presiden RI, Prabowo Subianto, tersebut.
”Tentu saja selalu ada evaluasi.Tidak ada yang sekaligus langsung sempurna, tidak ada. Oleh sebab itu, prinsipnya kami mendukung penuh program Presiden RI untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa sebagai program strategis nasional, MBG beserta instrumen pendukungnya seperti SPPG harus memiliki legalitas serta payung hukum yang kuat dan jelas.
Beliau mengapresiasi antusiasme warga yang tertib dan berkomitmen untuk segera meneruskan aspirasi ini ke Pemerintah Pusat.
DPRD Garut Siap Kawal 8 Tuntutan Relawan
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, turut mengapresiasi kedatangan para relawan yang membawa dokumen resmi berisi 8 poin tuntutan. Aris menegaskan bahwa DPRD telah bersepakat dengan Bupati Garut untuk mengawal isu ini agar segera masuk dalam meja pembahasan di tingkat nasional.
”Kami akan secepatnya menyampaikan hal ini, khususnya ke DPR RI. Hal ini karena substansi yang disampaikan merupakan bagian dari kewenangan pusat,” kata Aris.
Berikut adalah 8 poin tuntutan yang dibawa oleh aliansi relawan MBG Garut:
Mendukung Presiden RI untuk melanjutkan program MBG.
Menuntut pemerintah merancang Undang-Undang yang menjadi payung hukum tetap.
Melakukan pembenahan pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Memperhatikan hak-hak relawan, termasuk insentif dan jaminan kesehatan.
Menyoroti persoalan moratorium yang dianggap sebagai bentuk kesewenang wenangan BGN.
(3 poin lainnya terkait teknis tata kelola dan penguatan regulasi lokal).
Di akhir audiensi, Bupati Garut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa berdoa dan berikhtiar bersama agar program krusial bagi generasi masa depan bangsa ini dapat segera terealisasi dengan regulasi yang matang dan berkelanjutan.
(Enjang)













