Sebanyak 46 bilah pusaka di Jamas di Balai Kalurahan Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (14/07/2026) pagi.

- Kontributor

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungkidul, Tribuncakranews.com Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas budaya lokal seiring status Kalurahan Gari sebagai rintisan Kalurahan Budaya itu difasilitasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul melalui Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

Nampak antusias warga yang mengikuti jamasan tosan aji itu sangat luar biasa. Hal tersebut terbukti dari laporan panitia yang semula hanya menyediakan kuota sebanyak 46 bilah pusaka untuk dijamas, namun jumlah pendaftar ternyata melebihi kapasitas yang telah disiapkan.

Dalam keterangannya Lurah Kalurahan Gari, Widodo mengatakan jika pelaksanaan jamasan tosan aji merupakan usulan Pemerintah Kalurahan Gari setelah melihat tingginya perhatian masyarakat terhadap pelestarian benda-benda pusaka peninggalan leluhur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalurahan Gari saat ini telah masuk dalam rintisan Kalurahan Budaya sehingga salah satu kegiatan yang kami dorong adalah jamasan tosan aji.” Ujarnya.

Menurut Widodo, tingginya antusiasme warga menjadi gambaran bahwa Kalurahan Gari memiliki banyak kolektor dan pecinta tosan aji yang selama ini belum terdata secara menyeluruh.

Dilanjut bahwa pemerintah kalurahan berencana memperluas pelaksanaan kegiatan agar lebih banyak masyarakat dapat mengikuti prosesi jamasan sekaligus membentuk wadah atau komunitas pelestari tosan aji di Kalurahan Gari.

“Ternyata kami baru mengetahui bahwa di Kalurahan Gari terdapat cukup banyak kolektor dan pecinta tosan aji. Ke depan kami berharap dapat membuka peluang lebih luas sehingga mereka bisa terwadahi dalam satu organisasi dan dapat melakukan berbagai kegiatan pelestarian budaya secara bersama-sama.” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Eddy Sarjono menjelaskan bahwa jamasan tosan aji merupakan agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan yang didukung melalui Dana Keistimewaan DIY. Pada tahun 2026 ini, Dinas Kebudayaan menyiapkan sepuluh paket kegiatan jamasan yang akan dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

Baca Juga:  Polres Jombang Seret Pemilik Sound Horeg ke Meja Hijau Usai Lebaran

“Kegiatan pertama dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di tingkat kabupaten setelah Keraton Yogyakarta melaksanakan jamasan pusaka keraton pada 7 Juli. Sebagai Kabupaten Pusaka, pelaksanaan jamasan pusaka kabupaten memang dilakukan setelah prosesi di Keraton selesai dilaksanakan.” Jelasnya.

Ia menerangkan, prosesi jamasan tingkat kabupaten dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul dan diikuti pusaka milik pemerintah daerah, kapanewon, UPT, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta yang sangat tinggi membuat jumlah pusaka yang dijamas mencapai sekitar 70 hingga 80 bilah, melebihi kapasitas yang telah dipersiapkan panitia.

“Kami sebenarnya membatasi jumlah pusaka yang dijamas karena proses pengeringan membutuhkan waktu cukup lama. Namun karena masyarakat datang dari berbagai daerah dan antusiasmenya sangat tinggi, kami tetap berupaya melayani semaksimal mungkin.” Terangnya.

Usai pelaksanaan di Kalurahan Gari, rangkaian jamasan tosan aji akan berlanjut di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Gunungkidul, di antaranya Kalurahan Jepitu, Pulutan, Piyaman, Wonosari, serta beberapa lokasi lainnya.

Eddy berharap semakin banyak masyarakat berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya, baik berupa benda maupun tradisi yang menyertainya.

Usai pelaksanaan di Kalurahan Gari, rangkaian jamasan tosan aji akan berlanjut di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Gunungkidul, di antaranya Kalurahan Jepitu, Pulutan, Piyaman, Wonosari, serta beberapa lokasi lainnya.

Eddy berharap semakin banyak masyarakat berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya, baik berupa benda maupun tradisi yang menyertainya.

“Saya menjamaskan empat bilah keris dan empat tombak. Semua itu merupakan pusaka peninggalan leluhur. Saya ada banyak pusaka di rumah, tetapi karena kuota terbatas, saya hanya membawa delapan pusaka.” Ujarnya.

Narasikan kembali menjadi naskah news feature liputan khusus untuk portal website bernada naratif dan informatif yang bersifat menghibur serta mencerahkan juga potensi gampang viral

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rencana Pendirian Gerai Ritel Modern di Desa Pidodowetan Tuai Penolakan, Pedagang Kecil dan Pemerintah Desa Sampaikan Keberatan
Polres Kudus dan Kejari Pererat Kolaborasi, Komitmen Hadirkan Penegakan Hukum yang Profesional
Kodim 0728/Wonogiri Dan Pemkab Wonogiri Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana
Pastikan Kesiapan 100 Persen, Dandim Boyolali Tinjau Lokasi TMMD di Desa Bercak: Warga Bersiap Sambut Pembangunan
BBWS, ESDM, dan APH Diminta Bertindak, Dugaan Pengambilan Batu Tanpa Kejelasan Izin di Proyek P3A Jadi Sorotan
SMHI Ultimatum Bahtera Adiksi, Buka Legalitas atau Diaudit Pemerintah
Sukindar SH Waketum DPP FERADI Nyatakan Mediasi Perkara Perdata NO. 292/PDT.G/2026/PN SMG DI PN SEMARANG, buntu.
Kapolresta Banyumas Jalin Silaturahmi dengan Kajari Banyumas, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pelayanan Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:32 WIB

Rencana Pendirian Gerai Ritel Modern di Desa Pidodowetan Tuai Penolakan, Pedagang Kecil dan Pemerintah Desa Sampaikan Keberatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:56 WIB

Polres Kudus dan Kejari Pererat Kolaborasi, Komitmen Hadirkan Penegakan Hukum yang Profesional

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:38 WIB

Kodim 0728/Wonogiri Dan Pemkab Wonogiri Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:31 WIB

Pastikan Kesiapan 100 Persen, Dandim Boyolali Tinjau Lokasi TMMD di Desa Bercak: Warga Bersiap Sambut Pembangunan

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:28 WIB

BBWS, ESDM, dan APH Diminta Bertindak, Dugaan Pengambilan Batu Tanpa Kejelasan Izin di Proyek P3A Jadi Sorotan

Berita Terbaru