GARUT, Tribuncakranews.com
Suasana mencekam mendadak pecah di kawasan kaki Gunung Putri, Blok Cijolang, Desa Rancabango, Senin sore (20/7/2026)!
Api dahsyat secara mengejutkan berkobar hebat dan berkilat mengancam pemukiman warga. Beruntung, amukan si jago merah berhasil diredam habis lewat aksi heroik tim gabungan!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Detik-Detik Mencekam: Api Merambat Cepat Disapu Angin Kencang!
Petaka dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tepat di area belakang Perumahan Rancabango Hill.
Berberbekal tiupan angin kencang dan cuaca super kering, kobaran api langsung membakar ganas semak belukar, ilalang, hingga rumpun bambu.
Tak butuh waktu lama, api yang kian ganas langsung menerobos dan melalap kebun jagung milik warga! Kepulan asap dan jilatan api sempat memicu kepanikan luar biasa di sekitar lokasi.
Aksi Heroik Tim Gabungan Terjun ke Medan Panas!
Mendengar kabar horor tersebut, Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, langsung pasang badan dan meluncur cepat ke lokasi!
Tak sensitif waktu, pasukan gabungan super lengkap—terdiri dari BPBD Garut, Damkar, Koramil, Polsek, Pemdes Rancabango, BKSDA, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga lokal—langsung mengepung titik api!
Dengan peralatan manual, Zet Shooter, hingga pengerahan armada water supply, tim bertarung mati-matian melawan amukan api di tengah kegelapan malam.
”Kami mengapresiasi respons cepat seluruh tim gabungan dan masyarakat! Sinergi luar biasa ini jadi kunci menyelamatkan area dari kehancuran yang lebih luas!” tegas Camat Rakhmat Alamsyah.
1 Hektare Lahan Hangus Jadi Arang, Korban Jiwa Nihil!
Setelag perang sengit melawan api selama lebih dari 4 jam, si jago merah akhirnya berhasil dibekuk total sekitar pukul 21.15 WIB!
Dampak Kebakaran: Sekitar ±1 hektare lahan kebun jagung dan vegetasi hangus tak tersisa.
Korban Jiwa/Luka: NIHIL! Semua selamat berkat kesigapan petugas.
Penyebab: Masih misteri dan dalam penyelidikan ketat pihak berwajib!
Petugas kini masih bersiaga melakukan pendinginan total demi memastikan tidak ada api susulan yang sembunyi di balik abu.
Warga pun diimbau ekstra waspada dan DILARANG KERAS membakar lahan di tengah musim kemarau ekstrem ini!
(Enjang)












