​Tokoh Penggiat Anti Korupsi Banyumas Soroti Pemborosan Dana P3D dan Minimnya Pembekalan Perangkat Desa

- Kontributor

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas, Tribuncakranews.com  – Proses Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) di wilayah Banyumas Raya kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat.

Salah satu tokoh Penggiat Anti Korupsi Banyumas, yang juga merangkap sebagai Kabiro Media Online Banyumas Raya, Sigit Purnomo, secara terbuka mengkritik mekanisme pelaksanaan P3D yang dinilai tidak efisien dan minim tindak lanjut edukatif bagi perangkat terpilih.

​Anggaran Fantastis, Efisiensi Dipertanyakan,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sigit menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan dari Pendapatan Asli Desa (PAD) hanya untuk merekrut satu orang perangkat.

Menurutnya, biaya yang mencapai puluhan juta rupiah tersebut terkesan menghamburkan kas desa, padahal proses seleksi bisa ditekan agar lebih ringkas tanpa mengurangi kualitas.

“Sangat disayangkan, dana puluhan juta digelontorkan hanya untuk mendapatkan satu orang perangkat. Harusnya ada skema yang lebih efisien agar PAD(Pendapatan Asli Desa) bisa dialokasikan untuk pembangunan lain yang lebih menyentuh masyarakat,” ujar Sigit.

​Legalitas dan Minimnya Diklat Pasca Pelantikan

Hal yang lebih memprihatinkan, menurut Sigit, adalah kekosongan pembinaan setelah prosesi pelantikan. Banyak perangkat desa terpilih yang langsung bekerja tanpa mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau bimbingan teknis dari pihak akademisi maupun dinas terkait.

Padahal, setiap jabatan memiliki spesifikasi tugas yang berat. Tanpa bimbingan, gelar akademis yang dimiliki perangkat tersebut dianggap tidak cukup untuk menghadapi realita pelayanan publik di lapangan atau bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Apalagi banyak informasi yang berkembang terhadap proses P3D sendiri banyak suara suara negatif dalam prosesnya, walaupun dalam hal tersebut untuk pembuktiannya susah dibuktikan, dan kita di Banyumas harus bisa berkaca dengan apa yang terjadi dengan di Kabupaten Pati Jawa Tengah terkait P3D.

​Sigit menegaskan bahwa perangkat desa seharusnya menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah pusat di tingkat paling bawah. Namun, realitanya banyak perangkat yang gagap dalam menjalankan tugasnya karena kurangnya pembekalan strategis.

​”Jabatan perangkat desa itu bukan sekadar gelar. Mereka adalah pelayan masyarakat. Jika setelah dilantik mereka dibiarkan tanpa bimbingan dari dinas terkait, maka fungsi pelayanan pemerintah tidak akan berjalan maksimal. Jangan sampai ujung tombak ini justru tumpul saat berhadapan dengan kebutuhan rakyat,” tegasnya.

​Persoalan ini diharapkan menjadi evaluasi besar bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa agar lebih bijak dalam mengelola anggaran serta lebih serius dalam mematangkan kompetensi perangkat desa demi kemajuan wilayah Banyumas Raya.

Penulis : Iwan

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sugiyono Penuhi Klarifikasi Ditressiber Polda Jateng, Bawa Dua Saksi Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik via Facebook
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Penutupan Pendidikan 839 Prajurit Muda Infanteri
Lima Jurnalis Dikabarkan Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Berharap Segera Ditemukan dan Selamat
Pelapor Buta Huruf Disuruh Tanda Tangan, Tersangka WNA Penganiayaan Dilepas — Keluarga Akan Lapor Propam Polda Banten!
Sugiyono Menghadap Ditres Siber Polda Jateng, Dua Saksi Disiapkan untuk Perkuat Keterangan
HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Kalbar Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan dan Karhutla
Peringati HAORNAS 2026, Korem 072/Pamungkas Gelar Upacara Bendera: Tegaskan Olahraga Adalah Investasi Bangsa
BIKIN HEBOH! Nostalgia Putih Biru Meledak di Ciamis: Ratusan Alumni SMPN 1 Cikoneng Mengguncang Almamater Setelah Puluhan Tahun Terpisah!
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:26 WIB

Sugiyono Penuhi Klarifikasi Ditressiber Polda Jateng, Bawa Dua Saksi Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik via Facebook

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Penutupan Pendidikan 839 Prajurit Muda Infanteri

Rabu, 9 September 2026 - 15:27 WIB

Lima Jurnalis Dikabarkan Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Berharap Segera Ditemukan dan Selamat

Rabu, 9 September 2026 - 15:25 WIB

Pelapor Buta Huruf Disuruh Tanda Tangan, Tersangka WNA Penganiayaan Dilepas — Keluarga Akan Lapor Propam Polda Banten!

Rabu, 9 September 2026 - 15:20 WIB

Sugiyono Menghadap Ditres Siber Polda Jateng, Dua Saksi Disiapkan untuk Perkuat Keterangan

Berita Terbaru