Diduga Mark’Up Jumlah Siswa, SMP IT Al Akhtar Pakenjeng Disorot Terkait Dana BOS Tahap I Tahun 2025

- Kontributor

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Tribuncakranews.com — Dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat di Kabupaten Garut. Kali ini, sorotan tertuju pada SMP IT Al Akhtar Pakenjeng yang beralamat di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Sekolah tersebut diduga kuat melakukan mark’up jumlah peserta didik demi memperoleh kucuran dana BOS dalam jumlah besar.” Selasa, 3 Februari 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, jumlah siswa aktif yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMP IT Al Akhtar Pakenjeng diduga hanya sekitar 25 orang. Namun ironisnya, dalam data penerima Dana BOS Tahap I Tahun 2025, sekolah tersebut tercatat menerima dana sebesar Rp 56.650.000 dengan jumlah peserta didik penerima sebanyak 103 siswa.

Perbedaan mencolok antara jumlah siswa di lapangan dengan data penerima dana BOS ini menimbulkan dugaan kuat adanya manipulasi data peserta didik demi memperbesar anggaran bantuan yang diterima sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awak media kemudian melakukan upaya konfirmasi kepada pihak sekolah melalui pesan WhatsApp. Salah seorang yang mengaku sebagai komite sekolah, sekaligus disebut sebagai pengelola bernama Nova Marlin, memberikan jawaban singkat dalam bahasa Sunda.

“Cobi ka kepala sekolah weh pak, abdi mah hanya strukturalna, pados waleranna pasti, masalahna kan aya nu nginduk ti palihan wil bbl siswa teh,” tulis Nova Marlin melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya siswa yang “menginduk” atau terdaftar dari wilayah lain. Namun saat awak media kembali mempertanyakan secara detail terkait jumlah siswa yang menginduk, asal sekolah, serta dasar legalitas pendataan tersebut, Nova Marlin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Upaya konfirmasi kemudian dilanjutkan kepada Kepala Sekolah SMP IT Al Akhtar Pakenjeng, Ayi Abdulrohman. Namun sangat disayangkan, pesan WhatsApp yang dikirim awak media tidak mendapat balasan. Bahkan saat dilakukan panggilan melalui WhatsApp Call, pihak kepala sekolah tidak mengangkat telepon.

Sikap bungkam tersebut memunculkan dugaan bahwa pihak sekolah sengaja menghindari klarifikasi publik terkait persoalan Dana BOS yang kini tengah menjadi sorotan masyarakat.

Sejumlah warga sekitar menyebutkan Jumlah siswa yang tercantum dalam sistem penerima dana BOS. Pasalnya, aktivitas belajar mengajar yang terlihat setiap hari tidak menunjukkan jumlah murid yang mencapai ratusan orang.

“Kami sering lihat ke sekolah itu, muridnya tidak banyak, paling puluhan saja. Kalau sampai seratus lebih mah jelas aneh,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dana BOS sendiri merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi peningkatan mutu pendidikan, operasional sekolah, serta menunjang proses belajar mengajar. Jika benar terjadi manipulasi data siswa, maka hal tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai dunia pendidikan.

Praktik mark’up data peserta didik dalam pencairan Dana BOS dapat masuk ke ranah pelanggaran administratif hingga pidana, sebagaimana diatur dalam peraturan pengelolaan keuangan negara dan tindak pidana korupsi.

Kami meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Inspektorat Daerah, Kejaksaan Negeri Garut, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap SMP IT Al Akhtar Pakenjeng.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP IT Al Akhtar Pakenjeng maupun Kepala Sekolah Ayi Abdulrohman belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan mark’up jumlah siswa dan penggunaan Dana BOS Tahap I Tahun 2025.

Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan demi menjaga prinsip keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik.

Penulis : Biro Garut

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Pelaku Pembobol Minimarket Diamankan Polres Garut Setelah 19 kali Beraksi
Rapat Persiapan Pelantikan PWI LS Jawa Tengah Berjalan Lancar & Kondusif, Gus Miftah Targetkan Hadirkan Presiden Prabowo serta Raja dan Sultan Se-Nuswantoro
Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba 
Janda Lansia dan Dua Anak Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, DPP LAI & Aktivis Pers Desak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang Turun Tangan
Personel Polsek Ngoro Dampingi Petani Meninjau Tanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan
Kodim 0703/Cilacap Berbagi melalui Kegiatan Ladang Sedekah
Polrestabes Semarang Ungkap Dugaan Pencabulan Anak, Korban Sempat Dibawa ke Tiga Daerah
Resmob Polrestabes Semarang Ungkap Penipuan Minyak Jelantah Rp3,29 Miliar, Satu Pelaku Ditangkap di Sukoharjo
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:21 WIB

3 Pelaku Pembobol Minimarket Diamankan Polres Garut Setelah 19 kali Beraksi

Sabtu, 12 September 2026 - 10:18 WIB

Rapat Persiapan Pelantikan PWI LS Jawa Tengah Berjalan Lancar & Kondusif, Gus Miftah Targetkan Hadirkan Presiden Prabowo serta Raja dan Sultan Se-Nuswantoro

Sabtu, 12 September 2026 - 09:30 WIB

Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba 

Sabtu, 12 September 2026 - 07:13 WIB

Janda Lansia dan Dua Anak Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, DPP LAI & Aktivis Pers Desak Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 22:48 WIB

Personel Polsek Ngoro Dampingi Petani Meninjau Tanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan

Berita Terbaru