Dukung Ketahanan Pangan, UNDIP Beri Bantuan Petani Temanggung Alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel

- Kontributor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNDIP, Temanggung (7/10) – tribuncakranews.com

Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui Penerimaan Alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel (Portable Hybrid Solar Cabinet Dryer) dari Universitas Diponegoro kepada kelompok tani di desa Wonosari, Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026 bertempat di Pendopo Makukuhan, Dusun Dukuh, Desa Wonosari, Kabupaten Temanggung. Acara ini dihadiri oleh ketua LPPM UNDIP beserta jajaran, Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung, serta kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T., menyatakan, “Program ini adalah wujud nyata UNDIP yang bermartabat dan bermanfaat, bagaimana perguruan tinggi memberikan dampak langsung bagi ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di daerah.” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, “Melalui alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel yang mampu digunakan untuk mengeringkan berbagai komoditas seperti kopi, jagung, dan hasil pertanian lainnya secara higienis, cepat, dan berkualitas tinggi, petani tidak harus tergesa-gesa menjualnya dengan harga murah saat panen raya. Seringkali petani terjebak situasi di mana harga jatuh karena panen serentak dan barang tidak bisa bertahan lama, sehingga teknologi zero energy berbasis matahari dan hibrida gas ini kita hadirkan agar mereka punya daya tawar yang lebih kuat untuk menahan hasil panen hingga harganya stabil kembali.” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Temanggung, Manda Kartiko, S.STP., M.Kom., mengungkapkan, “Kami sangat mengagumi kajian akademis dan terobosan teknologi dari UNDIP ini karena sangat membantu masyarakat kami di wilayah hulu yang kerap dihadapkan pada kendala cuaca serta fluktuasi harga pasar. Kami berharap pendampingan dan pemantauan berkala dapat terus berjalan agar pemanfaatan alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel ini bisa optimal dan berkelanjutan.” sambutnya.

Baca Juga:  Polres Sragen Kawal Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Jajaran Turun Langsung Dampingi Petani Jagung hingga Pelosok Desa

*Solusi Teknologi “Zero Energy” dari Alat Pengering Surya Hibrida untuk Jaga Kualitas Hasil Panen Petani*

Secara teknis, Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel (Portable Hybrid Solar Cabinet Dryer) merupakan alat pengering multiguna berkapasitas 20 rak yang mengombinasikan energi surya dan sistem hibrida. Alat ini memanfaatkan panel fotovoltaik untuk memanfaatkan radiasi matahari langsung yang menembus lapisan polikarbonat kabinet. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan pemanas inframerah berbahan bakar gas LPG sebagai sumber panas cadangan yang fleksibel dioperasikan tatkala cuaca mendung atau turun hujan.

Kepala Desa Wonosari, Agus Parmuji, yang menerima langsung amanah pengelolaan alat tersebut, menyampaikan, “Kami mewakili warga Desa Wonosari dan kelompok tani mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi keilmuan dari UNDIP. Kami siap memaksimalkan penggunaan alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel ini sesuai karakteristik desa kami, dan berharap sinergi ini terus berlanjut untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani secara nyata.” tuturnya.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Nomor 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan nilai jual hasil pertanian, SDGs Nomor 2 (Tanpa Kelaparan) lewat penguatan ketahanan pangan lokal, serta SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tercermin dari kolaborasi erat antara dunia akademik perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Melalui implementasi inovasi ini, UNDIP dan Pemkab Temanggung optimistis para petani dapat mempertahankan mutu hasil panen secara mandiri dan keluar dari jerat harga murah pascapanen. Rangkaian acara ditutup dengan serah terima simbolis serta sesi demonstrasi teknis pengoperasian alat secara langsung oleh tim ahli UNDIPn kepada warga dan kelompok tani setempat.

 

TCN

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkah Pembinaan dan Pengawasan Langsung Dilakukan Satpol PP Banyumas Atas Peredaran Minuman Beralkohol
Sengketa Lahan di Banyuasin Kembaran: PN Purworejo Kabulkan Eksepsi Tergugat dalam Putusan Sela
Demi Keuntungan, Pertalite Bersubsidi Diduga Ditimbun dan Dijual Rp12 Ribu per Liter
Bangunan Diduga Mengalami Kerusakan Dini, Pekerja Terlihat Tak Lengkap Gunakan APD
Aksi Sigap Petugas UPT Damkar Bungbulang Jinakkan Si Jago Merah, Selamatkan Permukiman Warga dari Kebakaran Hebat
Aksi Cekatan Petugas Damkar Bersama Tim Gabungan Evakuasi Kucing Masuk Sumur di Pameungpeuk
Kasrem 072/Pamungkas Tekankan Hak Veteran Harus Hadir dalam Pelayanan Nyata
Tim Antawirya UNDIP Juara 1 pada Dua Kategori KMHE 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, UNDIP Beri Bantuan Petani Temanggung Alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Langkah Pembinaan dan Pengawasan Langsung Dilakukan Satpol PP Banyumas Atas Peredaran Minuman Beralkohol

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Sengketa Lahan di Banyuasin Kembaran: PN Purworejo Kabulkan Eksepsi Tergugat dalam Putusan Sela

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Demi Keuntungan, Pertalite Bersubsidi Diduga Ditimbun dan Dijual Rp12 Ribu per Liter

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Bangunan Diduga Mengalami Kerusakan Dini, Pekerja Terlihat Tak Lengkap Gunakan APD

Berita Terbaru