Klarifikasi Mantan Ketua Masjid As-Salam Lubuklinggau, Sebut Chat Viral Hanya Candaan

- Kontributor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUKLINGGAU, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Mantan Ketua Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, HJ, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pesan WhatsApp kepada seorang ustaz muda yang sempat viral di media sosial.

HJ mengakui pesan tersebut memang dikirim olehnya pada Maret 2026. Namun, ia menegaskan bahwa pesan itu merupakan kekhilafan dan tidak dimaksudkan untuk melakukan hal-hal di luar norma.

Menurut HJ, saat itu dirinya melihat ustaz muda tersebut menggunakan minyak wangi dengan aroma yang menurutnya harum. Ia kemudian mengirim pesan melalui WhatsApp yang belakangan menjadi viral dan menuai perhatian publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya tidak ada niatan untuk melakukan hal itu. Chat itu suatu kekhilafan saya dan tidak ada niat untuk hal sesuatu di luar norma,” ujar HJ dalam video klarifikasinya yang beredar di media sosial, Selasa (25/8/2026).

HJ mengaku kaget ketika mengetahui pesan tersebut kembali ramai dan tersebar luas di media sosial. Ia pun menyadari posisinya sebagai ketua masjid sehingga harus lebih berhati-hati dalam menjaga ucapan maupun tulisan.

Baca Juga:  HIMPUNAN MAHASISWA GUNUNGSARI Sampaikan Hasil Kajian Program Makan Bergizi Gratis dalam Rapat Koordinasi Kecamatan Gunungsari

Atas kejadian tersebut, HJ menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau dan masyarakat, terutama karena persoalan tersebut turut menimbulkan kegaduhan di tengah jamaah Masjid Agung As-Salam.

Ia juga membenarkan dirinya telah dinonaktifkan dari kepengurusan Masjid Agung As-Salam. HJ mengatakan menerima keputusan tersebut dengan ikhlas dan tetap akan mendukung upaya memakmurkan masjid.

“InsyaAllah ke depan saya akan lebih baik lagi, akan menjaga lisan dan tulisan ataupun chat WhatsApp,” ungkapnya.

HJ berharap persoalan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, terlebih ketika membawa nama dan tanggung jawab sebagai pengurus rumah ibadah.

(andi Irawan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla
Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI
Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara
Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme
Tindak Lanjuti Keluhan Nelayan, Wapres Tinjau Langsung Pendangkalan Sungai di Cilacap
Depo Pencucian Pasir Beroperasi 24 Jam, Timbulkan Keresahan Warga, Surat Pernyataan Hentikan Aktivitas Jadi Sorotan
Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2026, Pelanggaran Berisiko Kecelakaan Fatal Seperti Lawan Arus Jadi Prioritas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme

Berita Terbaru