LUBUKLINGGAU, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Mantan Ketua Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, HJ, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pesan WhatsApp kepada seorang ustaz muda yang sempat viral di media sosial.
HJ mengakui pesan tersebut memang dikirim olehnya pada Maret 2026. Namun, ia menegaskan bahwa pesan itu merupakan kekhilafan dan tidak dimaksudkan untuk melakukan hal-hal di luar norma.
Menurut HJ, saat itu dirinya melihat ustaz muda tersebut menggunakan minyak wangi dengan aroma yang menurutnya harum. Ia kemudian mengirim pesan melalui WhatsApp yang belakangan menjadi viral dan menuai perhatian publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebenarnya tidak ada niatan untuk melakukan hal itu. Chat itu suatu kekhilafan saya dan tidak ada niat untuk hal sesuatu di luar norma,” ujar HJ dalam video klarifikasinya yang beredar di media sosial, Selasa (25/8/2026).
HJ mengaku kaget ketika mengetahui pesan tersebut kembali ramai dan tersebar luas di media sosial. Ia pun menyadari posisinya sebagai ketua masjid sehingga harus lebih berhati-hati dalam menjaga ucapan maupun tulisan.
Atas kejadian tersebut, HJ menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau dan masyarakat, terutama karena persoalan tersebut turut menimbulkan kegaduhan di tengah jamaah Masjid Agung As-Salam.
Ia juga membenarkan dirinya telah dinonaktifkan dari kepengurusan Masjid Agung As-Salam. HJ mengatakan menerima keputusan tersebut dengan ikhlas dan tetap akan mendukung upaya memakmurkan masjid.
“InsyaAllah ke depan saya akan lebih baik lagi, akan menjaga lisan dan tulisan ataupun chat WhatsApp,” ungkapnya.
HJ berharap persoalan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, terlebih ketika membawa nama dan tanggung jawab sebagai pengurus rumah ibadah.
(andi Irawan)














