Garut, Tribuncakranews.com – Rasa lapar yang datang di keheningan malam berujung pada petaka yang menyisakan kesedihan mendalam bagi Diki Resmana, seorang warga di Kampung Singkur, RT 04 RW 05, Desa Bungbulang, Kabupaten Garut. Rumah panggung yang selama ini menjadi tempatnya berteduh kini telah rata dengan tanah akibat amukan si jago merah pada Selasa dini hari, (30/i6/2026).
Menurut dari laporan Pemadam Kebakaran UPT Wilayah 2 Bungbulang,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kejadian
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 02.35 WIB. Berdasarkan laporan investigasi, pemilik rumah, Diki Resmana, terbangun karena merasa lapar di tengah malam. Ia kemudian memutuskan untuk memasak mi instan di tungku atau kompornya untuk mengganjal perut.
Namun malang tak dapat ditolak, rasa kantuk atau kelalaian sesaat membuat Diki lupa mematikan tungku tersebut setelah selesai.
Api yang masih menyala diam-diam merambat ke bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitarnya. Dalam sekejap, api membesar dan langsung lepas kendali, melahap bangunan rumah panggung yang didominasi material kayu.
Upaya Pemadaman dan Kerugian
Petugas dari UPT Bungbulang menerima laporan pada pukul 02.35 WIB dan langsung bergerak cepat. Dengan response time 7 menit, petugas tiba di lokasi yang berjarak sekitar 2 kilometer pada pukul 02.45 WIB. Satu unit armada pemadam dengan 4 personel dikerahkan berjuang melawan kobaran api.
Proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga 150 menit. Petugas dibantu oleh warga sekitar, perangkat RT/RW, serta unsur Forkopimcam baru benar-benar berhasil menjinakkan api pada pukul 03.44 WIB.
Meski tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini, kesedihan mendalam tak terbendung lantaran seluruh bangunan rumah panggung seluas 60 m^2 milik Diki beserta isinya habis total tanpa sisa (nilai aset terselamatkan \pm Rp0). Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100.000.000, sebuah angka yang luar biasa besar bagi korban yang kini harus kehilangan tempat tinggalnya dalam semalam.
Dalam kejadian ini beruntung, gerak cepat petugas dan warga berhasil menyekat perambatan api, sehingga rumah dan pabrik tempe yang berada di depan lokasi kejadian dengan aset senilai Rp1.000.000.000 di sekitar area berhasil diselamatkan dari amukan api.
Kini, yang tersisa di Kampung Singkur hanyalah puing-puing hitam pekat dan abu hangat sisa kebakaran, menyisakan trauma dan duka mendalam bagi pemiliknya yang harus memulai segalanya kembali dari nol.
Penulis : Enjang
Editor : Khanza Haryati













