Membasuh Jiwa di Dermaga Ramadan: Kembali ke Hakikat, Menanggalkan “Daki” Duniawi

- Kontributor

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP , – Tribuncakranews.com , – Ramadan kembali mendekap kita. Kehadirannya bukan sekadar pergantian kalender hijriah dari 1446 H menuju 1447 H, melainkan sebuah pelukan hangat yang membawa harapan baru bagi kebersihan hati.

Di hari-hari awal yang penuh rahmat ini, kita diajak untuk sejenak berhenti dari riuh rendah dunia, berserah diri dalam sabar, dan mengecap manisnya kebersamaan dalam lapar dan dahaga. Minggu, 22 /02/26.

Sebagai insan beriman, sujud syukur adalah satu-satunya jawaban atas karunia usia yang memungkinkan kita kembali menghirup udara bulan mulia ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, syukur saja tidak cukup. Ramadan menuntut sebuah introspeksi mendalam, berupa kajian atas perjalanan satu tahun yang telah terlewati.

“Sudahkah langkah kita membuahkan ketentraman sejati….???!!!

Ataukah kita justru tersesat dalam lingkaran keterpurukan, terjerat oleh kepahitan dan kekecewaan yang kita ciptakan sendiri “.

Kita sering terbius oleh fatamorgana harta, lupa bahwa keberlimpahan materi bukanlah penjamin kebahagiaan.

Terlebih, jika harta tersebut diraih dengan melabrak hukum Tuhan, norma sosial, dan aturan hukum yang berlaku, karena segala sesuatu yang tidak selaras dengan nurani hanya akan menjadi “DAKI” yang mengerak, membelenggu keimanan, dan mengaburkan pandangan kita terhadap “Sang Khalik”.

Secara hakiki, kebutuhan manusia itu sederhana, yaitu : Keberlanjutan hidup,  cukup dengan sepiring nasi dan lauk pauk, serta eksistensi, berupa kecukupan materi sewajarnya untuk ketenangan dalam menjalankan ibadah.

Namun, dinamika kehidupan sering kali memicu keserakahan.

Harta bukan lagi alat, melainkan “tuhan” yang dipuja dan dipamerkan dengan pongah.

Hal inilah yang menyebabkan “mati hati”—sebuah kondisi di mana jiwa tertutup oleh debu kesombongan hingga lupa bahwa esok saat maut menjemput, rumah megah dan mobil mewah tak akan ikut serta ke liang lahat.

Untuk itu, di bulan ini, mari kita buka cakrawala hati, menengadahkan tangan dengan ikhlas, memohon petunjuk agar sisa usia kita dituntun di jalan yang diridhai.

Ramadan harus menjadi konduktor peningkatan amal, terutama melalui sedekah yang tulus, karena dengan berbagi, kita belajar tentang rasa senasib sepenanggungan.

Sebagai bangsa besar dengan mayoritas muslim, idealnya Ramadan menjadi momentum untuk menyeterilkan negeri dari Konflik horizontal (saling umpat, dendam, dan tawuran) dan Tindak kriminal (pencurian, perampokan, hingga kejahatan kerah putih).

Mengingat satu titik kebusukan yang kita tanam hari ini—baik itu pengkhianatan terhadap jabatan maupun wewenang—akan melahirkan gurita korupsi yang melilit negeri dalam krisis multidimensi.

​”Mari jadikan Ramadan 1447 H ini sebagai tonggak untuk membersihkan hati dari kedengkian dan kemunafikan.

Luruskan langkah, basuhlah wajah republik ini dengan kejujuran, dan kembalilah pada fitrah manusia yang hanya mengharap ridha Ilahi demi keselamatan dunia dan akhirat”.

( Mbah Wasis )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam
Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001
Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes
Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta
Danrem 072/Pamungkas Sambut kedatangan Panglima TNI di Lanud Adisutjipto
Pengelola Terkesan Kebal Hukum, Nelayan Kuala Tambangan Desak Audit Total SPBUN 68.708.003
Kasus Mafia BBM Subsidi Sapeken, Ditpolairud Polda Jatim Kumpulkan Pulbaket, Jerat Hukum Menanti Terlapor
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Prasetya Alumni dan Passing Out Angkatan XXXIV SMA Taruna Nusantara
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:59 WIB

Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:53 WIB

Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:08 WIB

Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:44 WIB

Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:40 WIB

Danrem 072/Pamungkas Sambut kedatangan Panglima TNI di Lanud Adisutjipto

Berita Terbaru