Outfit Kemis Pon Daerah Istimewa Yogyakarta

- Kontributor

Kamis, 3 September 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta-Sleman, Tribuncakranews.com Outfit adalah seperangkat pakaian atau busana lengkap yang dipadupadankan dan dikenakan seseorang secara bersamaan dalam suatu kesempatan atau acara tertentu. Outfit setiap Hari Kemis Pon untuk para ASN, BUMN, Pamong Praja dan sekolah di wilayah DIY adalah Busana Jawa Gagrak Ngayogyakarta.

Kriteria busana pria: Memakai baju surjan lurik, bawahan memakai jarik (sinjang-bebed) diwiru selebar 4 jari. Bertutup kepala blangkon, setagen, kamus dan timang (ikat pinggang) dan keris serta cenela (sandal selop).

Kriteria busana putri: kebaya lurik model kartini, kain jarik (nyamping) motif tertentu diwiru selebar 2 jari, stagen serta rambut di gelung tekuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Outfit Kemis Pon di pakai setiap 35 hari (selapan) sekali. Mengapa dipakai setiap Kemis Pon? Busana Jawa Adat Gagrak Yogyakarta Dipakai setiap lapan karena sebagai pengingat momentum hari berdirinya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadingrat Tanggal 13 Maret 1755). Dasar hukum yang digunakan adalah Peraturan Gubernur DIY No. 75 Tahun 2016. Pergub ini sebagai wujud penghormatan identitas keistimewaan daerah untuk memperkuat jati diri budaya serta sarana edukasi nilai-nilai luhur bagi generasi muda.

Baca Juga:  Bupati Endah Subekti Kuntariningsih Tebar Benih Lele di Karangsari, Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung Makan Bergizi Gratis

Selanjutnya, menurut salah satu Guru ASN yang tidak mau disebut namanya mengatakan, ” karena Busana Jawa dipakai secara rutin biasanya anggota ASN, Pomong Praja, BUMN, siswa sekolah sudah memiliki pakaian sendiri. Mereka tidak perlu menyewa. Minimal mereks punya satu stel.”

“Siswa sekolah memakai busana jawa sudah tidak canggung lagi. Mereka sudah terbiasa. Tapi tetap ada kendala. Anak-anak mengeluh ketika pakai busana jawa terasa panas, tidak dapat bergerak lebih bebas. Kemudian tutup kepala dilepas karena panas.” kata Iswantingsih, S.PD.SD Kepala SDN Sambirejo, Prambanan, Sleman.

 

widDAW

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Ngaliyan Bersama Resmob Polda Jateng Bongkar Peredaran Uang Palsu, Dua Pelaku Diamankan
Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta
Pemdes Soka Tegaskan Gedung Kesenian Rp256 Juta Bukan Mangkrak: Baru Tahap Pertama, Masih Ada Empat Tahap
URC Satreskrim Polres Sukoharjo Bersama Polsek Sukoharjo Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor
Polsek Selo Dukung Pengendalian Hama Monyet Ekor Panjang melalui Vaksinasi Anjing
SAAT BBM KRITIS DIBALIK PAGAR TERTUTUP ” DUGAAN PENYIMPANGAN BBM KE 20 JERIGEN DI SPBU 64.735.04 KAPUAS”TANPA DOKUMEN
Aksi Penyampaian Aspirasi Aliansi Mahasiswa UGM Berakhir Kondusif, Polda DIY Kedepankan Pelayanan Humanis dan Pastikan Keamanan Yogyakarta
Anggaran Rp1,7 Miliar Menguap di Proyek GSG Tigaraksa, DTRB Kab. Tangerang Bungkam?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:24 WIB

Polsek Ngaliyan Bersama Resmob Polda Jateng Bongkar Peredaran Uang Palsu, Dua Pelaku Diamankan

Kamis, 3 September 2026 - 11:20 WIB

Dewan Pers Siapkan Rapat Bersama Konstituen Bahas HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI di Jakarta

Kamis, 3 September 2026 - 09:30 WIB

Outfit Kemis Pon Daerah Istimewa Yogyakarta

Kamis, 3 September 2026 - 08:14 WIB

Pemdes Soka Tegaskan Gedung Kesenian Rp256 Juta Bukan Mangkrak: Baru Tahap Pertama, Masih Ada Empat Tahap

Rabu, 2 September 2026 - 21:48 WIB

URC Satreskrim Polres Sukoharjo Bersama Polsek Sukoharjo Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor

Berita Terbaru

Berita

Outfit Kemis Pon Daerah Istimewa Yogyakarta

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:30 WIB