PJU Kabuh–Tapen Dikebut, 160 Titik Lampu Disiapkan untuk Terangi Jalur Menuju Kawasan Industri

- Kontributor

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Kabuh–Tapen mulai dikebut. Memasuki minggu ketiga Agustus 2026, aktivitas pekerjaan fisik terlihat di sejumlah titik, ditandai dengan proses pembersihan lahan, penggalian dan pengerjaan pondasi untuk tiang penerangan jalan.

Proyek yang berada pada jalur strategis Kabupaten Jombang tersebut direncanakan membangun sekitar 160 titik PJU. Pekerjaan ini diharapkan menjadi salah satu penguatan infrastruktur dasar untuk menunjang keselamatan lalu lintas sekaligus mengantisipasi meningkatnya aktivitas kendaraan di kawasan utara Jombang.

Di lapangan, para pekerja tampak melakukan pekerjaan pondasi dengan dukungan alat dan kendaraan proyek. Papan peringatan juga dipasang di sekitar lokasi sebagai bentuk pemberitahuan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati karena terdapat aktivitas pekerjaan di badan maupun sisi jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Yohan Kurnia mengatakan, pekerjaan fisik telah dimulai sejak awal Agustus 2026 dan saat ini masih berfokus pada pembangunan pondasi.

“Sudah memasuki minggu ketiga. Mulai awal Agustus kemarin sudah di lapangan. Pekerjaan mulai dari pembersihan, penggalian, kemudian pondasi. Sekarang masih fokus di pondasi,” ujar Yohan, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan tersebut memiliki target waktu pelaksanaan sekitar tiga bulan. Dengan demikian, seluruh pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026.

“Targetnya selesai sesuai jadwal di akhir Oktober, selama tiga bulan,” katanya.

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tersebut sekitar Rp1,6 miliar. Dengan jumlah titik mencapai 160 PJU, proyek ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur penerangan yang cukup signifikan di wilayah Kabupaten Jombang.

Secara trase, pembangunan PJU tersebut merupakan kelanjutan dari penerangan jalan yang sudah ada. Dari prapatan Kabuh, jaringan PJU diteruskan ke arah timur hingga menuju perempatan yang mengarah ke Pasar Tapen.

Baca Juga:  Teguran Diakui, Proses Tak Terbukti” — Kuasa Hukum Nilai Dinas Pendidikan Semarang Berpotensi Lakukan Pembiaran dan Cacat Administrasi

Langkah tersebut dinilai penting karena ruas Kabuh–Tapen tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga berada pada kawasan yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan aktivitas ekonomi.

Yohan menyebut, pengembangan kawasan industri di wilayah tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya dukungan infrastruktur, termasuk penerangan jalan. Ketika aktivitas kawasan meningkat, akses kendaraan menuju lokasi industri juga diperkirakan semakin padat.

“Harapannya dengan adanya PJU baru ini, karena di sana akan menjadi kawasan industri, begitu pekerjaannya selesai jalan di Kabupaten menjadi terang. Sehingga akses kendaraan menuju kawasan industri menjadi lebih aman dan selamat,” ungkapnya.

Menurut Yohan, dalam perspektif tata ruang, sejumlah kawasan di wilayah tersebut memang diarahkan untuk mendukung pengembangan industri. Di antaranya kawasan sepanjang Sungai Brantas, jalur dari arah Ploso menuju Kabuh hingga mendekati perbatasan Lamongan, serta ruas dari perempatan Kabuh menuju Tapen.

Namun, tidak seluruh jalur yang terhubung dengan kawasan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Jombang. Sejumlah ruas seperti jalur Ploso–Kabuh dan Ploso–Gedeg merupakan jalan provinsi sehingga penanganannya berada pada kewenangan pemerintah provinsi.

Sementara untuk ruas Kabuh–Tapen yang menjadi lokasi pembangunan PJU, kondisi jalan secara umum dinilai sudah cukup lebar untuk menunjang mobilitas kendaraan. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah titik yang perlu mendapatkan perhatian, terutama pada beberapa jembatan yang dinilai membutuhkan pelebaran.

“Untuk wilayah Kabupaten Kabuh–Tapen itu jalan sudah lebar. Tinggal beberapa jembatan yang perlu dilebarkan,” jelasnya.

Pembangunan PJU ini pada akhirnya bukan sekadar persoalan menambah jumlah lampu di sepanjang jalan. Lebih jauh, keberadaan penerangan menjadi bagian dari kebutuhan keselamatan lalu lintas, khususnya pada ruas yang berpotensi menga

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panitia Akui Kurang Teliti, Verifikasi Berkas Calon Petinggi Surodadi Dipertanyakan
Dari Pelatihan hingga Publikasi Ilmiah, Lucia Runggeari Angkat Cerita Kopi Papua
Warga Bohol Desak Kepastian Hukum: Jangan Biarkan Kekosongan Pemerintahan Berlarut
Santri Bungbulang Nyongcolang! Kontingen DPAC FKDT Bungbulang Sabet Deretan Juara di Porsadin VIII Garut
Karnaval HUT RI ke-81 Desa Jipang Karanglewas Banyumas Berlangsung Meriah, Nama Kusnan-Sumiarti Menggema
Ditinggal Menyiram Kekebun Rumah Kebakaran, Untung Respon 5 menit Terselamatkan oleh Damkar
Diduga Jadi Korban Kekerasan, Pelajar di Tanjungsari Laporkan Dua Temannya ke Polisi
Sambut Hari Jadi PAN Ke-28 Tahun, BM PAN Gelar “PANggung Rakyat Merdeka” di Kendal, Hadirkan Hiburan hingga Pasar Murah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:54 WIB

PJU Kabuh–Tapen Dikebut, 160 Titik Lampu Disiapkan untuk Terangi Jalur Menuju Kawasan Industri

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Panitia Akui Kurang Teliti, Verifikasi Berkas Calon Petinggi Surodadi Dipertanyakan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Dari Pelatihan hingga Publikasi Ilmiah, Lucia Runggeari Angkat Cerita Kopi Papua

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Warga Bohol Desak Kepastian Hukum: Jangan Biarkan Kekosongan Pemerintahan Berlarut

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Santri Bungbulang Nyongcolang! Kontingen DPAC FKDT Bungbulang Sabet Deretan Juara di Porsadin VIII Garut

Berita Terbaru