Subang, tribunCakranews.com – Program seragam sekolah gratis menjadi salah satu janji politik andalan Bupati Subang Reynaldi Putra Andita Budi Raemi yang direalisasikan untuk siswa SD dan SMP pada tahun ajaran 2025/2026.
Program seragam sekolah gratis yang digagas pemerintah Kabupaten subang kembali menuai sorotan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bhineka Subang, hal ini dipicu dugaan praktek pendistribusian belum merata, juga produk jenis bahan yang digunakan berbeda – beda jenis imbuhnya Senin (9/2/2026).
Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Subang (Disdikbud) sebagai penanggung Jawab dari Anggaran, pelaksanaan dan pengawasan.
Pemkab Subang menyediakan anggaran sekitar Rp 7- 15 miliar harus sesuai dengan spesifikasi, pihak ke tiga sebagai pemenangan tender ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengadaan dan distribusi seragam.
“kalau memang ada yang tidak sesuai maka perlu diklasifikasi ini bukan mencari kesalahan tapi memastikan transparansi dan konsisten antara janji politik dan implementasinya dilapangan tegas Sekretaris LSM Bhineka A. suryadi
Ia juga mengungkap bahwa beberapa seragam telah disalurkan kepala siswa.
Namun ia mengingatkan bahwa aspek kualitas dan kesesuaian dengan spesifikasi juga tidak boleh di abaikan.
Menurut nya jika ditemukan produk yang tak memenuhi standar, evaluasi wajib dilakukan.
Sekretaris Lembaga LSM Bhineka A.Suryadi juga agar semua pihak memandang permasalahan ini semua secara objektif dan menekankan pentingnya verifikasi lebih lanjut terhadap proses pengadaan dan distribusi seragam sekolah gratis.
1.LSM Bhineka meminta DPRD Kabupaten Subang untuk mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program seragam sekolah gratis pungkasnya.
Red/Nopian













