Sragen, Tribuncakranews.com – Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Sragen turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascakebakaran hebat yang meludeskan gudang produksi arang batok kelapa di Dukuh Bukuran, RT 11, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Selasa (7/7/2026) dini hari.
Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 00.30 WIB itu menghanguskan bangunan gudang beserta bahan baku dan hasil produksi arang batok kelapa.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 800 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak menerima laporan dari warga, personel Polsek Kalijambe bersama Unit Pemadam Kebakaran bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mengamankan area agar api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya. Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, Tim Inafis Polres Sragen melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Kalijambe AKP Joko Margo Utomo, mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
“Tim Inafis Polres Sragen telah melaksanakan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran secara ilmiah. Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujar AKP Joko Margo Utomo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebelum kejadian gudang masih digunakan untuk proses produksi arang batok kelapa. Pemilik gudang, Ngatiyo, sempat melakukan pengecekan sekitar pukul 00.00 WIB dan kondisi masih dinyatakan aman.
Namun sekitar 30 menit kemudian, seorang warga yang melintas melihat kobaran api dari dalam gudang dan segera memberi tahu pemilik.
Api dengan cepat membesar karena di dalam gudang terdapat material yang mudah terbakar, sehingga menghanguskan bangunan beserta isi gudang sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas.
Kepolisian memastikan penyelidikan akan dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan pemeriksaan forensik di lokasi, pendalaman keterangan saksi, serta analisis terhadap kemungkinan sumber api untuk memastikan penyebab kebakaran.
Polres Sragen juga mengimbau para pelaku usaha yang menggunakan proses pembakaran atau menghasilkan suhu tinggi agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas produksi, terutama saat meninggalkan lokasi, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Penulis : Khanza Haryati
Editor : Khanza Haryati
Sumber Berita: Humas Polres Sragen













