UNDIP, Batam (11/10), Tribuncakranews.com – Universitas Diponegoro (UNDIP) menunjukkan perannya sebagai universitas berkelas dunia yang menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Melalui kolaborasi dengan Technical University of Munich (TUM), Jerman, dan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, UNDIP menyelenggarakan Summer Course 2026 bertajuk “Transformative Transmigration Planning Towards Green Barelang” yang menghasilkan rekomendasi konkret bagi pengembangan kawasan transmigrasi Barelang (Batam, Rempang, dan Galang), Kepulauan Riau.
Hasil kegiatan yang diikuti 1500 peserta tersebut, dipresentasikan dalam rangkaian Festival Transmigrasi 2026 di kawasan Tanjung Banon, Rempang, Batam, pada Sabtu (10/10). Festival ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi kawasan transmigrasi yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Program Summer Course yang diinisiasi UNDIP bersama TUM dan Kementerian Transmigrasi ini melibatkan 20 mahasiswa TUM, didampingi Prof. Walter Timo de Vries – Chair of Land Management TUM dan Prof. Wiwandari Handayani – Guru Besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota UNDIP, serta akademisi dan mahasiswa Indonesia. Kehadiran delegasi Jerman tersebut didukung melalui pembiayaan Kementerian Transmigrasi sebagai bagian dari penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Berpartisipasi dalam kegiatan ini beberapa Universitas dalam negeri seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Padjadjaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, S.I.P., M.Si., Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UNDIP dalam Festival Transmigrasi 2026, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah internasionalisasi UNDIP yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.
“Summer Course ini merupakan wujud nyata UNDIP sebagai kampus kelas dunia yang berkolaborasi dengan salah satu universitas terkemuka di Jerman, Technical University of Munich. Sekaligus menjadi manifestasi dari semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. Sekolah musim panas ini tidak berlangsung di ruang kelas, tetapi para mahasiswa dan akademisi langsung bergumul dengan persoalan riil masyarakat di kawasan transmigrasi, memahami tantangannya, dan merumuskan solusi nyata untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka,” ungkap Wijayanto.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi internasional tidak semata-mata bertujuan meningkatkan reputasi akademik, tetapi juga mempertemukan kepakaran global dengan kebutuhan pembangunan Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi berperan sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat.
*Dari Pembelajaran Lapangan Menjadi Rekomendasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang*
Berbeda dengan summer course konvensional yang lebih banyak berpusat pada pembelajaran di kampus, kegiatan di Barelang dirancang melalui observasi lapangan, dialog dengan masyarakat, analisis potensi wilayah, dan perumusan strategi pembangunan kawasan.
Selama kegiatan, para peserta mempelajari berbagai persoalan pembangunan di wilayah transmigrasi, termasuk pengembangan ekonomi lokal, pengelolaan pertanahan dan lanskap, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan sosial masyarakat.
Hasil pembelajaran tersebut kemudian dikembangkan menjadi rekomendasi pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang melalui pendekatan Green Barelang Spatial Development Design, yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, infrastruktur, dan konektivitas wilayah.
Rekomendasi tersebut mendapatkan apresiasi dari Kementerian Transmigrasi. Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyambut positif masukan akademisi TUM dan menyatakan komitmen untuk menindaklanjutinya, termasuk sejumlah rekomendasi yang mulai diimplementasikan di lapangan.
Dalam Festival Transmigrasi 2026, hasil kajian dan gagasan pengembangan wilayah juga ditampilkan melalui pameran poster. Kehadiran UNDIP dan TUM menjadi bagian penting dalam memperkenalkan pendekatan pembangunan berbasis penelitian dan kolaborasi internasional kepada pemerintah maupun masyarakat.
Festival tersebut turut menghadirkan partisipasi berbagai perguruan tinggi Indonesia, memperlihatkan pentingnya sinergi antarinstitusi dalam mendukung transformasi kawasan transmigrasi.
Prof. Wiwandari Handayani mengatakan gagasan berfokus pada pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata hijau, dengan mengoptimalkan potensi hutan mangrove, perikanan, budaya lokal, dan kampung wisata. Selain itu juga gagasan tentang pengelolaan lanskap dan data geospasial, termasuk penguatan kepastian hak atas tanah dan pengembangan sistem informasi spasial untuk mendukung perencanaan wilayah.
“Kami juga berharap dalam kegiatan ini ada upaya mendorong pengelolaan lingkungan dan ekologi, melalui pemanfaatan air hujan, pengelolaan limbah, infrastruktur ramah lingkungan, serta konservasi kawasan pesisir serta pemberdayaan masyarakat melalui Skill-Hub Rempang Eco-City, yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha lokal, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan kawasan, tambahnya.
Berbagai rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi akademik internasional dapat menghasilkan gagasan pembangunan yang konkret, dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, tata ruang, dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui inisiatif ini, UNDIP menegaskan perannya sebagai universitas yang tidak hanya membangun jejaring akademik global, tetapi juga mampu menerjemahkan kepakaran lintas disiplin menjadi rekomendasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.
TCN
Editor : Khanza Haryati














