Subang, Tribuncakranews.com — Dugaan praktik jual beli proyek atau yang kerap disebut ijon proyek mencuat di lingkungan UPTD PUPR Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Isu tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan media sosial Facebook yang menyoroti adanya dugaan setoran uang dalam rangka mendapatkan proyek.
Dalam unggahan tersebut, akun Facebook bernama Sumarna Jul mempertanyakan apakah Bupati Subang mengetahui atau tidak dugaan praktik yang disebut terjadi di lingkungan UPTD PUPR Jalan Cagak.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sumarna menyampaikan kepada awak media bahwa terdapat dugaan salah satu oknum berstatus PPPK paruh waktu yang bekerja di UPTD PUPR Jalan Cagak telah memberikan uang sebesar Rp65 juta kepada atasannya pada awal tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak tahu siapa atasan yang dimaksud inisial K itu, apakah Kepala UPTD atau pihak lain. Kalau saya bicara, berarti saya punya data,” ujar Sumarna.
Sumarna menyayangkan jika dugaan tersebut benar terjadi. Ia meminta BKPSDM Kabupaten Subang untuk segera mengambil tindakan tegas karena hal itu dinilai menyangkut etika kepegawaian. Ia juga mendesak Bupati Subang agar segera memanggil oknum PPPK paruh waktu berinisial K guna mengklarifikasi persoalan tersebut.
Sementara itu, Asep, selaku Kepala UPTD PUPR Jalan Cagak, saat dihubungi awak media pada Jumat, 27 Februari 2026, dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak pernah menerima uang Rp65 juta maupun bentuk suap lainnya dari stafnya.
“Alhamdulillah, saya berasal dari keluarga yang cukup secara ekonomi. Maaf bukan saya sombong. Di UPTD juga tidak ada kegiatan proyek, jadi tidak mungkin ada orang memberi uang untuk membeli proyek,” tegas Asep.
Asep menambahkan bahwa dirinya telah menyampaikan klarifikasi tersebut kepada Dinas PUPR Kabupaten Subang dan menegaskan tidak merasa menerima uang seperti yang dituduhkan.
Bahkan, Asep menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama Sumarna guna meluruskan isu yang berkembang di masyarakat. Ia juga mengaku telah memanggil stafnya yang berinisial K untuk meminta penjelasan terkait isu tersebut.
“K menyampaikan kepada saya bahwa ia sedang memiliki persoalan keluarga dengan suaminya dan meminta maaf kepada saya,” pungkas Asep.
Hingga berita ini diterbitkan, polemik dugaan setoran dan ijon proyek tersebut masih menjadi perhatian publik dan diharapkan mendapat klarifikasi menyeluruh dari pihak-pihak berwenang demi menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Red/Nopian













