Lapas Pati – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati kebanjiran pesanan kue nastar hasil produksi warga binaan. Sejak awal bulan Ramadhan, permintaan dari masyarakat terus meningkat sehingga aktivitas di ruang pembinaan kemandirian lapas menjadi lebih intens untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan, Senin (16/3/2026).
Kue nastar yang diproduksi melalui program pembinaan kemandirian tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dengan kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari luar. Hal ini membuat produk nastar Lapas Pati semakin diminati masyarakat, khususnya menjelang perayaan Idulfitri.
Tingginya minat masyarakat bahkan membuat pihak Lapas Pati harus menutup pemesanan lebih awal, tepatnya pada pertengahan bulan Ramadhan. Keputusan ini diambil karena kapasitas produksi yang terbatas, sementara jumlah pesanan yang masuk terus meningkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa program pembinaan keterampilan bagi warga binaan berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan dari publik.
“Antusiasme masyarakat terhadap produk nastar warga binaan sangat luar biasa. Hal ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya dan meningkatkan keterampilan. Program pembinaan ini diharapkan dapat membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain menjadi sarana pembinaan, kegiatan produksi kue nastar ini juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menyiapkan bekal kemandirian setelah menjalani masa pidana.
Khnza Haryati
Penulis : Penulis Khanza Haryati
Editor : Khanza Haryati
Sumber Berita: Humas Lapas Pati













