Konferensi Pers di Gedung Condrowulan Mapolres Semarang, Rabu (18/2/2026).
Kabupaten Semarang, Tribuncakranews.com – Jajaran Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang pelajar yang diduga membawa senjata tajam serta merencanakan aksi tawuran di wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Berdasarkan press release resmi Polres Semarang, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 23.45 WIB, di Jalan WR Supratman, Lingkungan Gembongan, Kelurahan Karangjati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur diduga mengajak sejumlah rekannya melalui media sosial untuk melakukan tawuran dengan membawa senjata tajam jenis celurit.
Pelaku anak berinisial RAA (17) diduga merencanakan aksi tawuran secara terorganisir dan meminta Ahmad Ibtihal Labib (20) untuk membawa senjata tajam ke lokasi yang telah disepakati.
“Senjata tajam tersebut sempat dikuasai dan diayunkan untuk mengejar kelompok lawan. Namun aksi tawuran gagal karena pihak lawan melarikan diri,” ujar AKP Bodia Teja Lelana dalam konferensi pers di Gedung Condrowulan Mapolres Semarang, Rabu (18/2/2026), didampingi Kasi Humas Iptu Budiyono.
Dari hasil penyelidikan, pelaku bersama rombongan yang berjumlah sekitar 12 orang sempat bergerak menuju lokasi tawuran. Meski tidak sempat terjadi bentrokan, pergerakan mereka terekam dan videonya beredar di media sosial Instagram sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Petugas Unit PPA dan Unit Resmob Satreskrim Polres Semarang kemudian melakukan penelusuran hingga berhasil mengamankan pelaku di wilayah Kecamatan Pringapus.
“Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah celurit berbahan besi berwarna silver dengan panjang sekitar 150 sentimeter, sepeda motor, helm, serta perlengkapan lainnya.”
AKP Bodia Teja Lelana menambahkan, saat pengamanan tersangka dewasa di wilayah Kecamatan Jambu, petugas juga menemukan adanya pesta minuman keras di rumah tersangka. Seluruh pihak yang terlibat kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Terhadap pelaku anak, penyidik menerapkan Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sementara tersangka dewasa terancam pidana penjara maksimal tujuh tahun.
Polres Semarang menegaskan akan terus meningkatkan patroli serta pengawasan guna mencegah aksi tawuran dan tindak kriminalitas yang melibatkan pelajar, khususnya yang dipicu oleh penggunaan media sosial.
Penulis : Agus SN - TCN
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Pers Rilis Polres Semarang













